Breaking News
- Dari Rumah Tidak Layak Huni Menuju Harapan Baru: BAZNAS Cianjur Hadir untuk Fikri
- Jumat Bersih, Wujud Nyata DTPHP Cianjur Jaga Lingkungan
- Delapan Calon Wakil Kepala SNT Cianjur Masuki Babak Wawancara
- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
Hari Keenam Operasi SAR di KBB, Sebanyak 41 Korban Meninggal Teridentifikasi

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Sebanyak 41 jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah teridentifikasi hingga Kamis (29/1/2026). Masih ada 25 korban yang belum ditemukan akibat longsor di lokasi tersebut.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, pada hari keenam pencarian korban longsor, Kamis (29/1/2026) pukul 16.30 WIB, ditemukan korban meninggal dunia sebanyak dua kantong jenazah. Dua kantong jenazah itu telah diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk diidentifikasi sehingga akan semakin banyak korban yang teridentifikasi.
Operasi SAR, lanjut Ade, dilakukan secara terukur dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan stabilitas lereng. Apabila terjadi peningkatan curah hujan, maka operasi SAR dihentikan sementara demi keselamatan personil tim SAR gabungan.
Dikatakan Ade, cuaca di lokasi longsor tidak menentu pada Kamis (29/1/2026). Terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, jarak pandang terbatas dan peningkatan kejenuhan tanah yang berdampak pada tingginya potensi longsor.
"Kami mohon doa agar seluruh tim SAR diberi perlindungan dalam menjalani tugas kemanusiaan ini," ujar Ade di Desa Pasirlangu, Kamis (29/1/2026).
Untuk mendukung proses pencarian korban, tim SAR gabungan mendapat tambahan personil 14 orang dari Basarnas Lampung. Sejumlah relawan pun terus berdatangan untuk membantu pencarian korban.
Tim SAR gabungan juga terbantu oleh ketersediaan 17 alat berat di lokasi longsor.
Proses pencarian korban longsor akan memasuki hari ketujuh pada Jumat (30/1/2026). Dikatakan Ade, pihaknya bakal mengevaluasi proses pencarian korban yang telah dilakukan selama tujuh hari untuk menentukan langkah ke depan.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menuturkan, pada hari keenam operasi SAR, terjadi perubahan fisik pada jenazah korban longsor yang ditemukan. Meski demikian, identifikasi jenazah masih bisa dilakukan melalui sidik jari maupun ciri-ciri khusus. (tim dens).
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments











