Gerakan Literasi Cianjur: Dari Wacana ke Gerakan Kolektif
Oleh : Torik Imanurdin

26 Jul 2025, 06:40:23 WIB Cianjur
Gerakan Literasi Cianjur: Dari Wacana ke Gerakan Kolektif

Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.


Pinusnews.id - Di tengah gempuran era digital dan budaya instan, minat baca masyarakat Cianjur—khususnya di wilayah pedesaan—masih tertatih dalam bayang-bayang keterbatasan. Rak-rak buku di banyak sekolah desa kosong, perpustakaan sering menjadi ruang sepi, dan akses terhadap bahan bacaan bermutu begitu minim. Masalah literasi bukan hanya perkara tak adanya buku, tapi juga lemahnya tradisi membaca yang tidak tumbuh dari rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.

Gerakan Literasi Cianjur lahir dari keprihatinan itu. Bukan lagi sekadar wacana seremonial, melainkan tumbuh sebagai gerakan kolektif yang melibatkan guru, pegiat budaya, komunitas baca, hingga perangkat desa. Semangatnya sederhana tapi mendalam: membawa buku ke kampung, menghidupkan cerita dari lisan, dan memantik kesadaran bahwa membaca adalah jendela perubahan.

Salah satu program unggulannya adalah Kampanye Literasi Budaya Lokal, yang diwujudkan lewat penyusunan Ensiklopedia Cianjur. Buku ini tidak hanya memuat catatan sejarah, tokoh lokal, adat istiadat, hingga kekayaan alam Cianjur, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter. Anak-anak dikenalkan pada akar budayanya sendiri, diajak mencintai kampung halamannya, dan belajar nilai-nilai luhur dari kearifan lokal.

Baca Lainnya :

Gerakan ini bukan tentang mencetak pembaca cepat, tapi membentuk warga yang mencintai ilmu dan menghargai identitasnya. Dari balai desa ke sekolah, dari panggung seni ke saung literasi, Cianjur bergerak—pelan tapi pasti—membangun peradaban lewat buku, cerita, dan budaya. Ini bukan sekadar gerakan membaca. Ini adalah ikhtiar kolektif membangun Cianjur yang cerdas, berkarakter, dan berakar kuat pada budayanya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment