- Dalam Rangka HUT RI Ke-81, Polres Cianjur dan Insan Pers Perkuat Sinergi lewat Mancing Bersama
- TMMD Ke-129 di Mekarmukti: Cor Jalan, Bangun Rutilahu, dan Pasang Pipanisasi untuk Hidup Lebih Baik
- Perhutani KPH Cianjur Sambut Mahasiswa UNB: Praktik Lapang Jadi Jembatan Antara Teori dan Realitas
- Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif
- Kementerian HAM Ajak Pelajar Jabar Jadi Pelopor Nilai Kemanusiaan
- Presiden Prabowo: Swasembada Pangan Perkuat Ketahanan Bangsa
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
Gerakan Literasi Cianjur: Dari Wacana ke Gerakan Kolektif
Oleh : Torik Imanurdin

Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Pinusnews.id - Di tengah gempuran era digital dan budaya instan, minat baca masyarakat Cianjur—khususnya di wilayah pedesaan—masih tertatih dalam bayang-bayang keterbatasan. Rak-rak buku di banyak sekolah desa kosong, perpustakaan sering menjadi ruang sepi, dan akses terhadap bahan bacaan bermutu begitu minim. Masalah literasi bukan hanya perkara tak adanya buku, tapi juga lemahnya tradisi membaca yang tidak tumbuh dari rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.
Gerakan Literasi Cianjur lahir dari keprihatinan itu. Bukan lagi sekadar wacana seremonial, melainkan tumbuh sebagai gerakan kolektif yang melibatkan guru, pegiat budaya, komunitas baca, hingga perangkat desa. Semangatnya sederhana tapi mendalam: membawa buku ke kampung, menghidupkan cerita dari lisan, dan memantik kesadaran bahwa membaca adalah jendela perubahan.
Salah satu program unggulannya adalah Kampanye Literasi Budaya Lokal, yang diwujudkan lewat penyusunan Ensiklopedia Cianjur. Buku ini tidak hanya memuat catatan sejarah, tokoh lokal, adat istiadat, hingga kekayaan alam Cianjur, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter. Anak-anak dikenalkan pada akar budayanya sendiri, diajak mencintai kampung halamannya, dan belajar nilai-nilai luhur dari kearifan lokal.
Baca Lainnya :
- Pom Mini Hangus Terbakar dan Meledak di Sukaluyu
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
- Laka Tunggal, Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Jurang di Naringgul
- Gegerkan Warga, Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cikondang Cibeber Cianjur
Gerakan ini bukan tentang mencetak pembaca cepat, tapi membentuk warga yang mencintai ilmu dan menghargai identitasnya. Dari balai desa ke sekolah, dari panggung seni ke saung literasi, Cianjur bergerak—pelan tapi pasti—membangun peradaban lewat buku, cerita, dan budaya. Ini bukan sekadar gerakan membaca. Ini adalah ikhtiar kolektif membangun Cianjur yang cerdas, berkarakter, dan berakar kuat pada budayanya.


.jpg)
.jpg)
.jpg)






