- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
Eri Rihandiar: Perbaikan Ruas Jalan Akibat Pergeseran Tanah Akan Diperbaiki Secara Bertahap

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Eri Rihandiar.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar dari APBD 2025, untuk melakukan perbaikan terhadap ruas jalan yang rusak akibat bencana alam pergeseran tanah. Perbaikan ini akan dilakukan secara bertahap di sejumlah kecamatan yang terdampak bencana.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur, Eri Rihandiar, yang ternyata dari hasil pendataan tercatat sekitar 26 titik ruas jalan kabupaten dan desa, yang rusak dengan status sedang hingga berat akibat pergeseran tanah, yang terjadi pada bulan Desember 2024. Akibat kerusakan jalan tersebut sempat menghambat aktifitas warga dan distribusi barang.
"Upaya perbaikan akan difokuskan pada ruas jalan yang memiliki dampak signifikan terhadap akses masyarakat dan ekonomi lokal. Kami akan mengerjakan perbaikan dengan skala prioritas untuk meminimalisir gangguan terhadap aktivitas warga," jelas Eri Rihandiar, di Cianjur, belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Aktivis Migran Jabar Sambangi Rumah Pekerja Migran yang Dibuang Majikan dan Mengalami Lumpuh
- Ada Perusahaan Beroperasi, Tapi Tak Terdaftar di DLH
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
Eri berharap, proses perbaikan dapat selesai dalam beberapa bulan ke depan. Namun tergantung pada kondisi cuaca dan tingkat kerusakan masing-masing ruas jalan.
"Dengan adanya anggaran tersebut, PUTR berkomitmen untuk segera memulihkan kondisi infrastruktur jalan yang vital untuk kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak," harap Eri Rihandiar.
Eri Rihandiar menambahkan, saat ini, beberapa titik jalan rusak sebagian kecil sudah dapat dilalui kendaraan setelah dilakukan penanganan bersama dengan cara membangun jalur darurat agar dapat dilalui minimal kendaraan roda dua sehingga aktifitas warga tetap berjalan.
Sementara, 26 titik ruas jalan yang putus akibat bencana alam pergeseran tanah paling banyak terdapat di Kecamatan Pagelaran, Cibinong, Takokak, Cijati, Sukanagara, Agrabinta, dan Leles, untuk sementara dilakukan penambalan landasan jalan yang retak.
"Petugas membuat konstruksi darurat agar dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat sejak beberapa pekan terakhir, sebelum dilakukan normalisasi secara permanen yang ditargetkan tuntas dalam dua bulan ke depan untuk jalan rusak sedang," terang Eri Rihandiar.
Sedangkan untuk perbaikan jalan yang rusak berat membutuhkan waktu cukup lama karena kerusakan yang ditimbulkan mencapai 1 kilometer.
"Untuk itu perbaikan kerusakan jalan berat, akan dilakukan pengalihan arus kendaraan dengan membuat jalur darurat agar aktifitas warga sekitar tidak terhambat. Sementara kendaraan besar dengan tujuan Cianjur Selatan atau sebaliknya ke Cianjur akan diarahkan menggunakan jalur alternatif," pungkas Eri. (dens).











