- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Disparbud Jabar Dukung Upaya Ubi Cilembu Mendunia

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Disparbud Jabar) mendukung penuh upaya untuk membawa Ubi Cilembu ke kancah kuliner internasional.
Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar, mengungkapkan ubi cilembu adalah salah satu komoditas unik dan langka yang hanya mencapai cita rasa terbaik jika ditanam di daerah asalnya yakni Desa Cilembu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
“Maka dari itu dinamai ubi cilembu, karena hanya akan tumbuh optimal dan jika ditanam di daerah asalnya. Jika ditanam di tempat lain, mungkin tetap tumbuh, tetapi cita rasanya akan berbeda,” ujar Benny dalam konferensi pers pra-acara Cerita dan Rasa Kuliner Nusantara (CERIA), di Bandung, Kamis (23/1/2025).
Baca Lainnya :
- Aktivis Migran Jabar Sambangi Rumah Pekerja Migran yang Dibuang Majikan dan Mengalami Lumpuh
- Ada Perusahaan Beroperasi, Tapi Tak Terdaftar di DLH
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
Benny memberikan apresiasi khusus kepada pihak-pihak yang berkontribusi mengangkat bahan dan kuliner khas Jawa Barat ke tingkat dunia, termasuk dukungannya terhadap perusahaan aplikasi usaha kuliner, Opaper.
“Saya apresiasi Opaper yang menginisiasi kompetisi kuliner CERIA ini. Harapannya, bukan hanya Ubi Cilembu, tetapi juga bahan dan olahan kuliner lainnya dari Jawa Barat yang sangat beragam (dapat dikenal dunia internasional),” katanya.
Kompetisi Cerita dan Rasa Kuliner (CERIA) digagas oleh Opaper sebagai bagian dari rangkaian roadshow kuliner. Untuk kota Bandung, fokus utama acara ini adalah bahan dan olahan berbasis Ubi Cilembu. Kompetisi ini akan berlangsung mulai akhir Februari hingga awal Maret 2025, dengan puncaknya pada 23 Februari 2025.
CEO Opaper, Joanathan McIntosh, menjelaskan bahwa pemenang dari kompetisi ini akan diundang untuk berpartisipasi dalam ajang kuliner internasional Food and Wine Festival di Melbourne, Australia, yang akan digelar pada 22-23 Maret 2025.
“Melalui kompetisi CERIA, kami ingin mempromosikan Ubi Cilembu dan inovasi kuliner berbasis bahan ini ke panggung internasional. Kami menggandeng dua pengusaha kuliner lokal, pemilik Joongla dan Bluedoors, sebagai kurator sekaligus juri,” ungkap Joan.
Joan menjelaskan proses kurasi peserta akan dimulai pada 27 Januari 2025 selama satu minggu oleh F&B partners. Nama-nama peserta yang lolos tahap kurasi akan diumumkan pada 3 Februari 2025. Setelah itu, peserta terpilih akan memulai tahap research and development (penelitian dan pengembangan) menu dan menjual hasil olahan mereka hingga 20 Februari 2025.
Puncak acara CERIA pada 23 Februari 2025 akan menjadi ajang terbuka untuk masyarakat umum. Para peserta akan memamerkan hasil olahan berbahan dasar Ubi Cilembu, dengan kesempatan bagi pengunjung dapat melihat langsung showcase inovasi menu serta memberikan suara untuk menu favorit mereka.
Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi langkah besar dalam mempromosikan kuliner khas Jawa Barat, khususnya Ubi Cilembu, ke dunia internasional, sekaligus memperkenalkan kreativitas para pelaku usaha kuliner lokal kepada pasar global. (tim-dens).











