- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Dinkes Cianjur Pastikan Cek ke Lapangan Tiga Bersaudara Alami Gangguan Jiwa

Keterangan Gambar : Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Made Setiawan.
Pinusnews.id - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Made Setiawan, memastikan pihaknya akan segera mengecek tiga bersaudara, yang mengalami gangguan jiwa di Kampung Sabandar Kidul RT 01/RW 03, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Namun sebelumnya, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Puskesmas Karangtengah.
“Nanti saya sampaikan ke Puskesmas agar dicek ke lapangan. Program kesehatan jiwa di Puskesmas memang ada, termasuk edukasi dan pemeriksaan,” kata Made di Cianjur, belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Jelang Nataru, Ribuan Miras Bermerek Diamankan, Langsung Dimusnahkan
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
Menurutnya, jika pasien sudah memiliki jaminan kesehatan (JKN), maka perawatan di rumah sakit jiwa tidak akan membebani keluarga. “Kalau sudah punya jaminan kesehatan, biaya perawatan ditanggung. Biasanya hanya urusan pengantaran dan pendampingan yang menjadi kendala. Itu bisa dikoordinasikan antara Puskesmas dengan desa,” ujarnya.
Made mengatakan, tindak lanjut apakah pasien perlu rawat jalan atau rawat inap akan ditentukan setelah pemeriksaan ulang oleh petugas.
“Intinya kita akan cek kembali secepatnya, apakah pasien itu harus dirawat inap atau dirawat jalan, sesuai dengan kondisi pasien tersebut. Tapi yang jelas, kami akan koordinasikan segera dengan Puskesmas Karangtengah untuk menindaklanjuti,” kata Made.
Diberitakan sebelumnya, Yana Mulyana (47), tetangga korban, menceritakan awal mula gangguan jiwa di keluarga tersebut berawal dari Ai Yulianti (40) yang mengalami depresi setelah bercerai dengan suaminya beberapa tahun lalu.
“Pertama-tama sih dulunya normal. Cuma setelah pisah sama suaminya kurang lebih tujuh tahun lalu, setelah itu, sekitar enam bulan kemudian, mentalnya mulai terganggu,” ujar Yana kepada awak media, Jumat 5 September 2025.
Setelah itu, lanjut Yana, tak hanya Ai, dua adiknya yakni Asep Saepuloh (38) dan Rizki Nurpalah (33), juga kemudian mengalami kondisi serupa. (dens).











