- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
Dinkes Cianjur: 217 Kasus ODHA Baru November 2025 dan Upaya Pencegahan Menuju Nol Kasus di 2030

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghadapi tren peningkatan kasus Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baru yang mengkhawatirkan, namun di balik itu tersirat kinerja luar biasa Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dalam sistem deteksi dan pemantauan.
Hingga akhir November 2025, Dinkes Cianjur berhasil mencatat 217 kasus ODHA baru melalui screening yang intensif dan berkelanjutan. Angka ini didominasi kelompok Laki-laki Seks Laki-laki (LSL) dengan 37 persen atau 81 kasus, menunjukkan ketajaman Dinkes dalam mengidentifikasi kelompok rentan.
Kepala Dinkes Cianjur, dr. I Made Setiawan, menegaskan komitmen timnya yang telah konsisten mendeteksi lebih dari 200 kasus baru setiap tahun.
Baca Lainnya :
- Awas Hati-Hati, Ada Oknum Satpol PP Cianjur Lakukan Penipuan
- Kontes Burung Bergengsi di Pendopo Tumaritis Cianjur
- Dishub Cianjur Pasang CCTV di 8 Titik, 24 Jam Pantau Lalu-Lintas
- Geger, di Sebuah Kosan seorang Pria Meninggal, yang Wanita Kritis
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
"Pada 2023, tercatat 208 kasus; melonjak menjadi 293 kasus di 2024; dan kini 217 kasus hingga November 2025, dengan potensi tambahan hingga akhir tahun," ujar dr Made.
Menurut dr Made, secara kumulatif sejak 2001, total ODHA mencapai 2.457 orang—data lengkap ini mencerminkan database yang solid dan proses pelaporan yang akurat berkat kerja keras Dinkes.
"Kelompok LSL tetap menjadi penyumbang terbesar, terutama di usia produktif 15-39 tahun, tapi justru ini bukti keberhasilan Dinkes dalam memperluas jangkauan tes," imbuh dr Made.
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cianjur, Hilman Kurnia, dan penyuluh lapangan menyoroti faktor pemicu seperti media sosial, aplikasi kencan, tekanan ekonomi, serta minimnya kesadaran screening di wilayah Utara dan Selatan Cianjur.
Stigma negatif juga menghambat deteksi dini, sehingga diperlukan sosialisasi masif. Namun, Dinkes telah menjadi garda terdepan dengan program screening yang proaktif, yang memungkinkan intervensi dini dan pengobatan tepat waktu bagi ribuan ODHA.
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, menegaskan komitmen pemerintah daerah menuju nol kasus baru pada 2030, dengan Dinkes sebagai motor utama. Keterlibatan semua pihak—pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama—sangat krusial, didukung regulasi yang optimal. Imbauan bagi generasi muda untuk hindari perilaku berisiko pun menjadi bagian dari strategi holistik ini.
Berkat kinerja Dinkes yang tak kenal lelah, Cianjur kini punya fondasi kuat untuk membalikkan tren dan wujudkan target ambisius tersebut. (dens).











