- Bapenda Cianjur Perkuat Kompetensi ASN melalui Sosialisasi Peraturan Kepegawaian 2026
- Padat Karya, Jalan Nyata Disnakertrans Cianjur Buka Lapangan Kerja
- Disdikpora Cianjur Bergerak Cepat Pastikan SDN Karyamukti Aman bagi Murid
- Bapenda Cianjur Tunjukkan Kinerja Berpihak pada Rakyat melalui Santunan Anak Yatim
- Kejari Cianjur Perkuat Sinergi Reforma Agraria demi Kepastian Lahan bagi Warga
- Bukan Sekedar Nyanyi Indonesoa Raya: Disdikpora Cianjur Bangkitkan Semangat Kebangsaan
- KDM : Pilkades Elektronik Digital Lebih Murah, Cepat, dan Meminimalisir Kecurangan
- Menata Bangunan Liar di Cianjur: Antara Pengamanan Aset dan Kehidupan Warga
- Jumat Bersih: Wujud Nyata Kepedulian Sekretariat DPRD Cianjur pada Lingkungan
- Pilkades Digital Cianjur 2026: Langkah Baru Demokrasi Desa
Di Hadapan dua ribu Perwira Remaja TNI-Polri, Presiden Prabowo: Jadilah Garda Terdepan Bangsa
Oleh : tim dens

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanatnya pada Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2025 yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 Juli 2025. Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Pinusnews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa profesi perwira bukan sekadar panggilan, tetapi sebuah kehormatan besar yang dibalut dengan tanggung jawab luar biasa terhadap bangsa dan negara. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam amanatnya saat Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2025 yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 Juli 2025.
“Hari ini di hadapan seluruh rakyat Indonesia, di hadapan Tuhan Maha Besar, saudara telah menyatakan merelakan jiwa dan ragamu untuk bangsa dan negara. Saudara-saudara, perwira remaja putra putri terbaik bangsa berdiri di hadapan saya sebagai presiden, sebagai panglima tertinggi, saudara menyatakan siap mati untuk bangsa ini,” ujar Presiden Prabowo di hadapan dua ribu perwira remaja lulusan Akmil, AAL, AAU, dan Akpol.
Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa tugas menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa kini berada di pundak para perwira remaja. Presiden Prabowo mengingatkan bahwa sejarah perjuangan Indonesia dibangun dari darah, keringat, serta air mata, dan bahwa tantangan masa depan tidak akan mudah.
Baca Lainnya :
- Manajemen Qoha Ajak Patuhi Prokes 3M dan Konsumsi Air Minum Sehat
- Potensi Anak Didik SSB Yudhistira Cianjur Butuh Dilirik
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
“Kedaulatan bangsa, kehormatan bangsa, keselamatan rakyat, ada di pundakmu, diharapkan oleh rakyat, dinantikan oleh rakyat, pengabdianmu, baktimu, dan bila perlu pengorbananmu yang terakhir,” ungkap Presiden.
Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang penjajahan dan eksploitasi. Oleh karena itu, generasi penerus bangsa harus siap menjaga kemerdekaan dengan segenap jiwa raga.
“Ingat ini adalah warisan yang kau terima. Bangsamu menuntut dari kau pengabdian yang tertinggi dan bila perlu sebagaimana setelah kau sumpah. Bila perlu saudara rela korbankan jiwa dan ragamu agar Indonesia selamat dan Indonesia kuat,” ucap Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menggambarkan TNI dan Polri sebagai pilar utama negara. Kepala Negara menekankan bahwa keberadaan kedua institusi tersebut bukan sekadar alat negara, melainkan garda terdepan dalam menjaga kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
“Jadilah tentara rakyat, tentara nasional, tentara pejuang. Jadilah polisi rakyat, polisi nasional, polisi pejuang, selalu membela rakyatmu, selalu cintai rakyatmu. Kau adalah anak kandung dari rakyat Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, dan keluarga yang telah mendidik dan merelakan putra-putrinya mengabdi sebagai prajurit dan perwira. Presiden juga menekankan pentingnya nilai luhur profesi kemiliteran dan kepolisian.
“Sekali lagi profesi perwira, profesi prajurit, adalah profesi yang mulia. Tapi tidak ringan, selalu di depan memberi contoh dengan gagah, dengan berani, dengan cerdas,” tutur Presiden.





.jpg)
.jpg)




