- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
Dari ucapan, Ya Udah Dimasak Aja, ke Sikap Tegas, Ujian Komitmen Pemerintah pada Kebebasan Pers

Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Ditulis oleh: Torik Imanurdin (Aktivis '98)
Pinusnews.id - Pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Presiden yang merespons teror terhadap wartawan Tempo dengan candaan “Ya udah dimasak aja” bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mencerminkan ketidaksensitifan pemerintah terhadap ancaman serius terhadap kebebasan pers.
Dalam sistem demokrasi, pers bukan sekadar pengamat, tetapi pilar utama yang memastikan transparansi dan akuntabilitas. Ancaman dan teror terhadap jurnalis bukan sekadar serangan terhadap individu, melainkan upaya membungkam kebebasan berpendapat yang seharusnya dilindungi negara.
Baca Lainnya :
- Razia ke Karaoke, Polres Cianjur Amankan Enam Orang Pemakai Narkoba
- Material Longsoran Dibersihkan, Jalur Naringgul Cianjur Bisa Dilintasi
- Polres Cianjur Razia Tempat Hiburan, Tamu dan Pemandu Lagu Kelabakan
- Satpol PP Cianjur Amankan Pengedar Miras dan Obat Faftar GÂ
- Tempat Limbah Mebel di Sukaluyu Musnah Terbakar
Alih-alih meremehkan insiden ini, pemerintah seharusnya menunjukkan sikap tegas bahwa mereka tidak akan membiarkan intimidasi terhadap jurnalis.
Jika pemerintah benar-benar berkomitmen pada demokrasi, maka seharusnya pernyataan yang keluar adalah:
"Pemerintah akan melindungi pers dengan sekuat tenaga, bahkan ketika kritik diarahkan kepada kami. Kami mengutuk segala bentuk teror terhadap jurnalis dan akan memastikan bahwa para pelaku diproses hukum. Kebebasan pers adalah fondasi demokrasi, dan kami tidak akan mentoleransi siapa pun yang berusaha merusaknya."
Pernyataan seperti ini tidak hanya lebih bertanggung jawab, tetapi juga menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo benar-benar mendukung demokrasi, bukan sekadar slogan kosong. Karena pada akhirnya, sikap pemerintah terhadap kebebasan pers akan menjadi salah satu indikator utama seberapa jauh komitmen mereka terhadap demokrasi yang sehat dan berdaya.











