- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
Dampak Luas Stunting: Kerugian Kesehatan, Perkembangan dan Ekonomi

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Kerugian akibat stunting sangat luas dan berdampak menyeluruh, tidak hanya pada individu, tetapi juga pada keluarga dan negara. Dampak stunting mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan fisik, perkembangan kognitif, hingga kondisi ekonomi dan sosial.
Stunting menyebabkan pertumbuhan fisik anak terhambat, terlihat dari tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Anak dengan stunting memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga lebih rentan terhadap infeksi seperti diare dan penyakit pernapasan.
Selain itu, gangguan metabolisme akibat stunting meningkatkan risiko penyakit kronis di masa dewasa, seperti obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan bahkan kanker. Tidak hanya itu, stunting juga meningkatkan risiko disabilitas fisik dan perkembangan jangka panjang.
Baca Lainnya :
- Samsat Cianjur Tutup, 2 Januari 2021 DibukaÂ
- Plh. Sekda Cianjur Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2021
- Nah Ini Dia, Cianjur Terima Bantuan Keuangan dari Provinsi
- Covid-19 Makin Merajalela, KBM di Cianjur Terancam Ditunda
- Plt. Bupati Cianjur Berikan Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Kekurangan gizi kronis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menyebabkan gangguan perkembangan otak secara permanen. Akibatnya, anak stunting biasanya memiliki kecerdasan (IQ), memori, dan kemampuan konsentrasi yang lebih rendah.
Hal ini berujung pada kesulitan belajar dan penurunan prestasi akademik yang signifikan. Selain masalah kognitif, anak stunting sering menunjukkan perilaku sosial yang kurang aktif, seperti menjadi lebih pendiam dan menarik diri dari interaksi sosial.
Stunting juga berdampak negatif pada produktivitas tenaga kerja di masa dewasa karena kemampuan kognitif yang menurun. Akibatnya, pendapatan orang dewasa yang mengalami stunting di masa kecil cenderung lebih rendah hingga 20% dibandingkan yang tidak mengalami stunting. Stunting juga membawa kerugian ekonomi besar bagi negara.
Di Indonesia, kerugian ekonomi akibat stunting bisa mencapai puluhan triliun rupiah per tahun, yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan memperbesar risiko kemiskinan. Di tingkat makro, stunting menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdampak langsung pada daya saing bangsa di masa depan.
Mengingat dampak stunting yang sangat luas dan berat, upaya pencegahan harus menjadi prioritas nasional. Investasi dalam pemenuhan gizi, edukasi kesehatan, dan intervensi tepat pada 1.000 HPK dapat mengurangi angka stunting secara signifikan.
Dengan begitu, kita dapat meningkatkan kualitas hidup individu, memperkuat keluarga, serta mempercepat kemajuan sosial ekonomi bangsa secara menyeluruh. (Deden Sukmayadi).











