Dampak Luas Stunting: Kerugian Kesehatan, Perkembangan dan Ekonomi

09 Nov 2025, 07:21:32 WIB Kesehatan
Dampak Luas Stunting: Kerugian Kesehatan, Perkembangan dan Ekonomi

Keterangan Gambar : Foto istimewa.


Pinusnews.id - Kerugian akibat stunting sangat luas dan berdampak menyeluruh, tidak hanya pada individu, tetapi juga pada keluarga dan negara. Dampak stunting mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan fisik, perkembangan kognitif, hingga kondisi ekonomi dan sosial.

Stunting menyebabkan pertumbuhan fisik anak terhambat, terlihat dari tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Anak dengan stunting memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga lebih rentan terhadap infeksi seperti diare dan penyakit pernapasan. 

Selain itu, gangguan metabolisme akibat stunting meningkatkan risiko penyakit kronis di masa dewasa, seperti obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan bahkan kanker. Tidak hanya itu, stunting juga meningkatkan risiko disabilitas fisik dan perkembangan jangka panjang.

Baca Lainnya :

Kekurangan gizi kronis pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menyebabkan gangguan perkembangan otak secara permanen. Akibatnya, anak stunting biasanya memiliki kecerdasan (IQ), memori, dan kemampuan konsentrasi yang lebih rendah.

Hal ini berujung pada kesulitan belajar dan penurunan prestasi akademik yang signifikan. Selain masalah kognitif, anak stunting sering menunjukkan perilaku sosial yang kurang aktif, seperti menjadi lebih pendiam dan menarik diri dari interaksi sosial.

Stunting juga berdampak negatif pada produktivitas tenaga kerja di masa dewasa karena kemampuan kognitif yang menurun. Akibatnya, pendapatan orang dewasa yang mengalami stunting di masa kecil cenderung lebih rendah hingga 20% dibandingkan yang tidak mengalami stunting. Stunting juga membawa kerugian ekonomi besar bagi negara.

Di Indonesia, kerugian ekonomi akibat stunting bisa mencapai puluhan triliun rupiah per tahun, yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan memperbesar risiko kemiskinan. Di tingkat makro, stunting menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdampak langsung pada daya saing bangsa di masa depan.

Mengingat dampak stunting yang sangat luas dan berat, upaya pencegahan harus menjadi prioritas nasional. Investasi dalam pemenuhan gizi, edukasi kesehatan, dan intervensi tepat pada 1.000 HPK dapat mengurangi angka stunting secara signifikan.

Dengan begitu, kita dapat meningkatkan kualitas hidup individu, memperkuat keluarga, serta mempercepat kemajuan sosial ekonomi bangsa secara menyeluruh. (Deden Sukmayadi).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment