- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Bupati Cianjur Jadi Pembina Upacara Peringatan HANTARU ke-65 Tahun 2025

Keterangan Gambar : Momen Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, pada peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) ke-65 tahun 2025.
Pinusnews.id - Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, bertindak sebagai Pembina upacara pada peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) ke - 65 Tahun 2025, bertempat di Lapang Upacara Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur, Rabu 24 September 2025.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Cianjur, menyampaikan tema HANTARU tahun ini, “Tanah Terjaga, Ruang Tertata, Wujudkan Asta Cita,” memberi pengingat penting bahwa kebijakan agraria dan tata ruang hanya akan bermakna saat kebijakan tersebut, memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Mulai dari kepastian hukum tanah yang dimiliki, ruang usaha untuk berkembang, lahan sawah dan pangan yang terlindungi untuk ketahanan pangan, dan ruang hidup yang aman dan nyaman untuk keluarga," tuturnya.
Baca Lainnya :
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
- Jelang Nataru, Ribuan Miras Bermerek Diamankan, Langsung Dimusnahkan
Inilah cara kita mewujudkan Asta Cita: dengan memastikan tanah terjaga dan ruang tertata, sehingga benar-benar dirasakan rakyat, hari ini dan di masa mendatang.
Lebih lanjut Menteri Agraria dan Tata Ruang mengungkapkan bahwa momentum HANTARU ini mengingatkan kita bahwa tanah dan ruang tidak otomatis melahirkan kesejahteraan. Kesejahteraan lahir dari bagaimana kita mengelolanya, menjaga keberlanjutannya dan menghadirkan manfaatnya.
"Dari tanah yang terdaftar, tumbuh kepastian hukum. Dari sawah yang terlindungi, lahir ketahanan pangan. Dari ruang yang tertata, muncul kepastian peluang usaha dan investasi. Di situlah letak makna sejati pengelolaan agraria dan tata ruang, bukan semata mengatur bidang tanah, tetapi juga menata kehidupan bangsa," jelasnya. (tim dens).











