- Demo di Cianjur Memanas, KH Deni Saepul Rohman: LGBT Bukan Perbedaan Tapi Penyimpangan
- Polres Cianjur Kirim Truk Tangki 5.000 Liter untuk Warga Krisis Air di Kampung Cibolang
- BGN Tetapkan Batas 10 Agustus untuk SLHS Dapur MBG: Sanksi Tutup Permanen jika Tak Memenuhi
- Audensi dengan Bupati Wahyu, Disdukcapil Cianjur Perkuat Data Pembangunan lewat Sinergi dengan BPS
- BAZNAS RI Raih Top Brand Award 2026 dan Peran BAZNAS Cianjur dalam Membangun Kepercayaan Publik
- KDM Targetkan Seluruh Tanah Milik Pemerintah Bersertifikat Paling Lambat Tiga Tahun ke Depan
- Dinas Pangan Cianjur Salurkan 24,7 Ton Beras CPPD, Perkuat Ketahanan Pangan di 10 Desa Rawan
- Kembali dari Rantau yang Gagal: BAZNAS Cianjur Pulihkan Nasib Dua Warga Sukajadi
- Cianjur Kirim 337 Pekerja Migran ke Jepang dan Taiwan, Dorong Penempatan ke Sektor Formal
- LKBH Abdullah Bin Nuh Resmi Berdiri, IAI Al-Azhary Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat
Bey Ajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Wujudkan Swasembada Pangan di Jabar

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk berkolaborasi mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Jabar.
Hal itu disampaikan Bey kepada pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Jabar periode 2024-2029 yang baru dilantik di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Sabtu (14/12/2024).
"Mari bersama berkolaborasi mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Jabar," ucapnya.
Baca Lainnya :
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
Bey menuturkan, sebagai lumbung padi nasional, Jabar memiliki potensi agraris yang sangat besar. Dengan keragaman komoditas pertanian seperti padi, jagung hingga hortikultura, Jabar memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
"Ini modal yang sangat besar yang harus berdampak pada kesejahteraan petani dan swasembada pangan," ujar Bey.
Kendati begitu, Bey menyebut bahwa sektor pertanian Jabar dihadapkan pada berbagai tantangan seperti perubahan iklim, hama dan penyakit serta ketatnya persaingan global.
Karenanya, kehadiran HKTI diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
"Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan," tuturnya.
Bey optimistis, DPD HKTI Jabar di pengurusan yang baru membawa semangat baru dalam mewujudkan pertanian yang lebih maju hingga pada akhirnya memberikan manfaat langsung bagi petani di Jabar.
"Saya yakin HKTI Jabar di bawah kepengurusan yang baru ini membawa dampak positif bagi sektor pertanian di Jabar," katanya. (tim-dens).











