- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Bey Ajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Wujudkan Swasembada Pangan di Jabar

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk berkolaborasi mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Jabar.
Hal itu disampaikan Bey kepada pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Jabar periode 2024-2029 yang baru dilantik di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Sabtu (14/12/2024).
"Mari bersama berkolaborasi mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Jabar," ucapnya.
Baca Lainnya :
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
Bey menuturkan, sebagai lumbung padi nasional, Jabar memiliki potensi agraris yang sangat besar. Dengan keragaman komoditas pertanian seperti padi, jagung hingga hortikultura, Jabar memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
"Ini modal yang sangat besar yang harus berdampak pada kesejahteraan petani dan swasembada pangan," ujar Bey.
Kendati begitu, Bey menyebut bahwa sektor pertanian Jabar dihadapkan pada berbagai tantangan seperti perubahan iklim, hama dan penyakit serta ketatnya persaingan global.
Karenanya, kehadiran HKTI diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
"Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan," tuturnya.
Bey optimistis, DPD HKTI Jabar di pengurusan yang baru membawa semangat baru dalam mewujudkan pertanian yang lebih maju hingga pada akhirnya memberikan manfaat langsung bagi petani di Jabar.
"Saya yakin HKTI Jabar di bawah kepengurusan yang baru ini membawa dampak positif bagi sektor pertanian di Jabar," katanya. (tim-dens).











