- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Audensi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Advokasi Program Prioritas Nasional

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur dengan para pihak terkait usai audensi soal BBPOM di Pendopo Cianjur, pada Rabu 20 Maret 2024.
Pinusnews.id - Melalui kegiatan ini, yakni pelaksanaan program Advokasi Program Prioritas Nasional yang diinisiasi Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Bandung di Kabupaten Cianjur, benar-benar terealisasi sesuai harapan, dan memberi hasil yang signifikan dalam memperbaiki perilaku, dan persepsi masyarakat terkait keamanan pangan, baik saat mengolah pangan, menyajikan maupun ketika mengkonsumsi pangan.
Demikian yang dikemukakan Bupati Cianjur Herman Suherman saat menghadiri acara Advokasi Program Prioritas Nasional Bersama Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Bandung, di Pendopo Cianjur Jalan Siti Jenab No. 31 Cianjur, Rabu, 20 Maret 2024. Hadir para kepala OPD terkait, Tim BBPOM Bandung, Para Kepala Pasar, Para Kepala Sekolah Serta para tamu undangan lainnya.
Bupati Cianjur dalam sambutannya menyampaikan, acara itu digelar dalam rangka mensosialisasikan atau memperbaiki perilaku dan persepsi masyarakat terkait keamanan pangan, baik saat mengolah pangan, menyajikan maupun ketika mengkonsumsi pangan di masyarakat.
Baca Lainnya :
- Antisipasi Stunting PPKBP3A Cianjur Lakukan Orientasi TPK
- BI Buka Layanan Kas Keliling untuk Penukaran Uang
- Kini Polres Cianjur Akan Tindak Geng Motor yang Meresahkan
- Pecinta Kucing Antusias Sambut Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis
- Ibang Calon Bupati Cianjur Akan Memasang 100 Ribu Baligho di Seluruh Wilayah Cianjur
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena ini sangat penting bagi masyarakat Cianjur, kita tahu bahwa di sekolah-sekolah, pasar-pasar, makanan dan minuman itu banyak sekali, apakah bermutu, higienis dan bermanfaat atau tidak, semoga saja dengan program ini kita akan tahu dan beritahu juga kepada masyarakat Cianjur, agar masyarakat Cianjur menjadi semakin sehat,” kata Bupati.
Bupati juga menjelaskan, terutama bagi anak-anak sekolah yang saat ini masih dalam pertumbuhan dan masa depan bangsa, ini penting dilakukan edukasi sampai mereka paham betul, yang boleh di makan atau pun yang tidak, sama sama mengawasi orang tua, guru, termasuk juga pemerintahan yang di dalamnya ada Dinas Pendidikan, Dinas Kuperdagin (perdagangan) dan yang lainnya, RT. RW, Kader Posyandu, Kepala Desa, Camat, Para kepala Pasar, dan yang lainnya harus kompak bersama-sama memahami akan hal ini.
Sementara itu, Dwi Kurnia Sari Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar POM Bandung menyampaikan, kegiatan program prioritas nasional salah satunya terkait dengan kegiatan pangan jajanan anak sekolah, itu melakukannya dengan bimtek kader-kader atau komunitas sekolah terkait dengan keamanan pangan, sehingga nanti diharapkan mereka di komunitasnya bisa saling menjaga melindungi dirinya, terhadap pangan jajanan anak sekolah yang tidak bermutu atau bermanfaat, dan tidak aman bagi Kesehatan.
Program itu akan dilakukan bimtek dengan sekolah-sekolah yang ditunjuk dari pemerintah daerah Cianjur.
“Kami lakukan Bimtek pendampingan sampai nanti, ada beberapa tahapan setelah dilakukan advokasi masih ada tahapan, kegiatan lainnya akan kami lanjutkan terus menerus sampai tahun berikutnya,” ungkap Dwi.
Dwi menyampaikan bahwa pangan yang aman itu bebas dari cemaran baik dari cemaran fisika, kimia dan mikrobiologi, tentunya dampaknya untuk Kesehatan anak anak, sangat banyak sekali yang jadi masalah keamanan pangan dan banyak kasus kasus hampir 200 penyakit, yang disebabkan karena konsumsi makanan yang tidak sehat, apalagi ini anak-anak sekolah, mereka adalah generasi kita ke depan yang tentunya dengan jajanan makanan aman bermanfaat dan bermutu untuk mereka.(dens).











