- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
- Nelayan Pantai Jayanti Kembali Melaut, Satpolairud Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
- Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat Kesiapan Hadapi Kemarau dan El Nino
Arka Alami Gizi Buruk, Kini Dapat Perhatian dari Puskesmas di Cianjur

Keterangan Gambar : Para pihak terkait dari Puskesmas dan Desa setempat menyambangi rumah keluarga Arka.
Pinusnews.id - Di tengah hiruk pikuk kehidupan, kisah pilu Muhamad Arka, bayi berusia enam bulan, kembali menyoroti isu gizi buruk yang masih menghantui.
Terbaring lemas dengan bobot tubuh hanya 3,5 kilogram, Arka adalah buah hati pasangan Edah (32) dan Pendi (35) yang berjuang keras di Kampung Lebakmuncang RT 4/RW10, Desa Batulawang, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur.
Sejak usia dua bulan, penderitaan Arka dimulai. Edah, sang ibu, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan bagaimana putranya didiagnosis gizi buruk oleh Puskesmas Cipanas dan dirujuk ke RS Cimacan.
Baca Lainnya :
- Rustiman KPU Cianjur : 99 Persen Masyarakat Tahu 9 Desember Ada Apa?
- Perlu Perhatian Serius, Tebing Pasir Cilumping di Cibeber Rawan LongsorÂ
- Ikrar Bersama, Forkopimcam Mande Deklarasi Pilkada Aman Damai
- Kapolda Jabar Bersama Pangdam III/Siliwangi Berkunjung ke Cianjur, Ada Apa?
- Petugas Perekaman Disdukcapil Cianjur Terjun ke Kecamatan dan Desa
"Dari umur 2 bulan sampai sekarang jadi 4 bulan sakitnya," ujarnya lirih pada awak media, Selasa (3/6/2025) kemarin.
Gejala awal yang muncul adalah penurunan berat badan drastis dan kelainan pernapasan, yang membuat Arka harus dibantu dengan selang untuk minum susu. Kini, harapan Edah dan Pendi hanya tertumpu pada uluran tangan para donatur, dermawan, atau bahkan pemerintah.
Mereka sangat membutuhkan bantuan berupa susu, makanan bergizi, atau dukungan materi untuk biaya pengobatan Arka.
Ironisnya, keluarga ini sempat merasakan sedikit lega saat menerima bantuan susu dari Puskesmas. Namun, kendala lain muncul BPJS yang tadinya prabayar kini menunggak tiga bulan, memaksa mereka banting setir untuk berobat secara umum.
Dengan penghasilan Pendi yang hanya serabutan dan Edah yang fokus merawat Arka, beban ekonomi keluarga ini terasa semakin berat.
Sementara itu Kepala Puskesmas Kecamatan Cipanas, dr Dewi Ratih Kusmiati SP. M. Kes,. membenarkan kondisi balita jenis kelamin laki-laki M Arka dengan usia 6 bulan mengalami gizi buruk. Namun berdasarkan faktor penyebab yakni gangguan pada pencernaan.
"Sebenarnya kondisi anak yang dimaksud memang sudah ditangani oleh bidan desa sejak awal bulan Februari dan dibawa ke Puskesmas karena diketahui mengalami gizi buruk," kata dr Dewi Ratih, saat dihubungi melalui sambungan telpon, Rabu (4/6/2025).
Dewi mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap si anak tersebut mengalami gangguan pada pencernaannya, sehingga menyulitkan untuk menkonsumsi makanan seperti susu atau makanan tambahan penunjang lainnya.
"Jadi memang ada kendala kesulitan untuk mengkonsumsi dibagian pencernaannya. Sehingga sulit masuk asupan gizi kedalam tubuh si anak tersebut," ungkapnya. (tim-dens).











