- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
- Jamsostek Award 2026: Bukti Nyata Kinerja Disnakertrans Cianjur dalam Melindungi Nasib Buruh
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Integritas dan Komitmen Pelayanan Publik
- Pelantikan dan Pelatihan PMR Cianjur di Cibodas Jadi Momentum Kepemudaan
- Disdikpora Cianjur Tegaskan Profesionalisme ASN Lewat Penegakan Aturan
- Pemprov Jabar Selenggarakan Bursa Kerja Secara Live, Bisa Dipantau di Tiktok KDM
- Diskominfo Cianjur Perkuat Layanan Pengaduan agar Cepat dan Responsif
Apresiasi Ketua DPRD Cianjur: Komitmen Tegas Lawan Maraknya Obat Terlarang di Tengah Masyarakat

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika bersinergi dengan pihak Kepolisian, BNNK, Sekolah, dan Granat, untuk menindak tegas peredaran obat terlang di Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - DPRD Kabupaten Cianjur, di bawah kepemimpinan Ketua Metty Triantika, menunjukkan apresiasi mendalam terhadap isu krusial peredaran obat-obatan terlarang yang semakin marak di wilayahnya. Respons cepat ini lahir dari prihatin yang tulus atas laporan investigasi langsung oleh Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Cianjur, yang mengungkap praktik penjualan menyembunyikan di balik kios kopi atau warung nasi. Apresiasi DPRD bukan sekadar pernyataan, melainkan panggilan aksi untuk melindungi masyarakat dari ancaman laten yang menggerus generasi muda.
Maraknya peredaran obat seperti Tramadol dan Hexymer, yang dijajakan secara terbuka di tempat-tempat sehari-hari, menjadi sorotan utama. Ketua DPRD Metty Triantika secara terbuka menyatakan, "Kami sangat prihatin dengan informasi masih maraknya peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan masyarakat." Pernyataan ini mencerminkan apresiasi DPRD yang mendalam, mengakui betapa dekatnya bahaya ini dengan kehidupan warga Cianjur, sehingga memerlukan intervensi segera untuk menyelamatkan fondasi sosial masyarakat.
Apresiasi DPRD Cianjur semakin terlihat dari komitmen koordinasi intensif dengan lembaga penegak hukum. Mereka berjanji selalu berkoordinasi dengan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur guna mendorong penindakan tegas. Langkah ini menegaskan bahwa DPRD tidak hanya prihatin, tapi juga proaktif dalam membangun sinergi, menjadikan Cianjur sebagai benteng pertahanan terhadap narkoba yang berkedok obat terlarang.
Baca Lainnya :
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
Penindakan represif menjadi prioritas utama dalam apresiasi DPRD. Metty Triantika menegaskan sikap tegasnya, "Kami minta kewaspadaan dan tidak akan segan untuk menindak tegas segala bentuk peredaran obat-obatan terlarang di masyarakat."
Apresiasi ini diwujudkan melalui dorongan warga untuk waspada, sekaligus janji represali keras terhadap pelaku, memastikan bahwa kios-kios penyamaran tidak lagi menjadi sarang bahaya.
Tak berhenti di penindakan, DPRD Cianjur juga mengapresiasi pendekatan preventif sebagai kunci jangka panjang. Mereka mendorong sosialisasi gencar ke masyarakat dan lembaga pendidikan, mengubah kesadaran kolektif menjadi senjata utama melawan godaan obat terlarang. Apresiasi ini menunjukkan visi holistik DPRD, yang melihat pencegahan sebagai investasi untuk masa depan Cianjur yang bebas narkoba.
Kerja sama lintas sektor menjadi puncak apresiasi DPRD dimana Metty Triantika menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan upaya-upaya preventif berupa kerja sama dan bersinergi dengan kepolisian dan BNNK serta sekolah maupun lembaga di sekitar lingkungan. Pendekatan ini menghidupkan apresiasi DPRD sebagai katalisator perubahan, mengajak semua pihak bergandengan tangan untuk membersihkan lingkungan dari ancaman terselubung.
Kinerja DPRD Cianjur patut diapresiasi secara luas sebagai model kepemimpinan responsif. Dengan prihatin yang diikuti aksi nyata, baik represif maupun preventif, DPRD Cianhur tidak hanya merespons berita Granat, tapi juga membangun harapan bagi masyarakat. Cianjur kini punya andalan kuat untuk mewujudkan lingkungan aman, jauh dari jerat obat terlarang. (dens).











