- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
Abrasi Cidamar: Jangan Biarkan Kampung Jadi Sejarah Belaka

Keterangan Gambar : Aliran air sungai Cidamar penyebab abrasi yang menggerus permukiman warga Cidamar, Cidaun, Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Sungai Cidamar di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, bukan lagi sekadar aliran air yang tenang. Ia kini menjadi monster abrasi yang ganas, menggerus permukiman warga di Kampung Jogjogan dan sekitarnya. Tanpa tanggul penahan, lahan-lahan subur berubah jadi jurang dalam, mengancam hilangnya seluruh kampung seperti Jogjogan, Kaum, Erang, Bobojong, Girang, dan Babakan.
Terkait persoalan tanggul tersebut, Camat Cidaun, Gagan Rusganda, sudah berteriak lantang: jika dibiarkan, kampung-kampung ini lambat laun lenyap, tinggal nama dan cerita bagi anak cucu.
Ancaman ini bukan isapan jempol. Data banjir berulang pada 2004, 2014, dan 2022 membuktikan betapa rentannya wilayah ini. Tanpa tanggul, luapan sungai mudah merayap ke permukiman, merenggut rumah dan lahan. Bahkan, warga di salah satu RT sudah terpaksa direlokasi karena tanah mereka habis ditelan arus.
Baca Lainnya :
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
- Pelaku UMKM PT. Bukit Naga Mas, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cianjur
Selain itu, Gagan juga menekankan, ini bukan cuma soal lingkungan, tapi keberlangsungan hidup ribuan jiwa.
"Jangan sampai anak cucu hanya kenal nama kampung dengan sejarahnya, wilayahnya sudah hilang," tegasnya pada Selasa (3/2/2026).
Pemerintah Kecamatan Cidaun sudah berharap sejak lama. Mereka butuh tanggul sebagai solusi jangka panjang: menahan abrasi sekaligus cegah banjir. Tapi harapan itu menguap di mana?
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian PUPR—kiranya secepatnya membangun tanggul tersebut untuk menjaga pemukiman warga yang rumahnya di ambang kehancuran?
Jika ada Anggaran APBD, APBN, atau bantuan pusat harus segera digalirkan untuk proyek ini. Jangan tunggu korban jiwa bertambah atau kampung jadi puing seperti kasus abrasi di daerah lain. Waktunya bertindak, bukan janji melulu! Bangun tanggul sekarang juga. Selamatkan Cidamar sebelum sungai menang total. (tim dens).











