- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
Yusman Faisal: Tahun Ini Kasus Demam Berdarah Dengue di Cianjur Menurun

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, mengonfirmasi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pihaknya tetap menggiatkan upaya pengendalian.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan kasus DBD di Bojongherang baru satu orang yang tercatat.
“Untuk kasus di Bojongherang sendiri baru satu orang yang tercatat. Itu pun lebih ke arah komplikasi karena ada penyakit kronis yang mendasari,” ujarnya di Cianjur, belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Kapolda Jabar Bersama Pangdam III/Siliwangi Berkunjung ke Cianjur, Ada Apa?
- Petugas Perekaman Disdukcapil Cianjur Terjun ke Kecamatan dan Desa
- Inisiator Polsek Campaka, Berbagai Eleman Deklarasi Damai Pilkada 2020
- Rini Valentina, Penulis Mendunia Berkarya di Masa Pandemi Covid-19
- Jelang Pilkada 2020, Polsek Sukaluyu Gelar Deklarasi Pilkada Damai
Yusman mengatakan meskipun angka kasus tahun ini menurun secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, upaya pencegahan terus dilakukan. Fogging dilakukan sebagai respons cepat, namun dia menegaskan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui partisipasi warga jauh lebih penting dan berkelanjutan.
“Nyamuk dewasanya bisa mati karena fogging, tapi kalau jentiknya masih ada, itu bisa berkembang biak lagi. Jadi, kita tekankan pentingnya PSN dengan cara 3M, yaitu Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya kebersihan lingkungan, khususnya saluran air yang kerap menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab DBD.
“Faktor lingkungan sangat berpengaruh, terutama daerah yang padat penduduk dan memiliki kebersihan lingkungan yang kurang baik,” tambahnya.
Lanjutnya, adapun wilayah dengan tingkat kerawanan DBD yang tinggi di Cianjur. “Kalau di Cianjur itu di antaranya ada di Kecamatan Karangtengah, karena penduduknya lumayan padat, dan beberapa daerah lain juga yang penduduk nya banyak, itu yang jadi perhatian khusus kita,” katanya.
Melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, dia optimis penanggulangan DBD di Cianjur dapat lebih efektif.
“Kalau dua-duanya dilakukan, fogging dan PSN, insya Allah lingkungan akan lebih aman dari DBD,” pungkasnya.(dens).











