- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
Yusman Faisal: Dinkes Cianjur Sudah Tetapkan Status KLB Usai Keracunan Massal

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) setelah terjadi keracunan massal di dua lokasi dalam waktu bersamaan.
Sebelumnya telah terjadi dua peristiwa terjadi terhadap 78 siswa di MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur, serta 98 warga Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Cianjur.
kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Yusman Faizal, mengatakan soal KLB, dan tim sudah diturunkan untuk melakukan asesmen.
Baca Lainnya :
- Logistik Pemilihan Mulai Besok Didistribusikan KPU
- Warga Karangnunggal Cibeber Keluhkan Pemotongan Bantuan Rutilahu, Lalu Ini Jelas Kades
- Tebing Hutan Ciuja Naringgul Diterjang Longsor, Jalan Bandung-Cianjur Terganggu
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
- Peringati Hari Aids Sedunia, Puskesmas Sukaluyu Gelar pemeriksaan Triple E untuk Ibu Hamil
"Mengambil sampel, makanan, muntahan, dan wawancara mendalam kepada korban serta pihak terkait," kata Yusman, di Cianjur, belum lama berselang.
Selain itu, sejumlah penanganan terhadap korban masih terus dilakukan secara komprehensif sampai sembuh.
"Diketahui ada 180 siswa yang menyantap hidangan tersebut, namun tidak semuanya mengalami gejala. Meski demikian kita juga terus berkoordinasi dengan guru penanggung jawab, siapa saja yang makan. Jadi siswa yang tak bergejala juga kita pantau," katanya.
Yusman mengatakan, pihaknya telah meminta bantuan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat agar pemeriksaan sampel makanan dan muntahan dari korban agar hasilnya bisa dipercepat keluar.
"Uji lab sampel biasanya keluar dalam waktu dua pekan, karena pengujian ada prosesnya. Tapi kita sudah minta bantuan agar dipercepat. Mudah-mudahan saja hasinya bisa keluar satu pekan," katanya.
Yusman menyebutkan, terkait warga di Kampung Pasir Halang RT 01/04, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, tercatat ada 98 orang, terdiri dari 86 bergejala dan 12 lainnya tidak.
"Korban yang bergejala semuanya dirawat di puskesmas tak sampai ada dirujuk ke rumah sakit. Korbannya terdiri atas orang dewasa, anak-anak juga ada," katanya.
Ia menyebutkan, puluhan warga yang mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari hajatan.
Yusmam Faisal menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap beberapa warga yang masih menjalani perawatan atau pun telah pulang serta dirawat di rumah. (dens).











