- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
TPPO di Cianjur Tak Hanya Manfaatkan Tenaga Kerja Tapi Perdagangkan Organ Tubuh Korban

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada DPPKBP3A Kabupaten Cianjur, Tenty Maryanthy, saat diwawancarai awak media.
Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur secara geografis merupakan wilayah paling strategis sebagai lokasi atau lalu lintas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, Tenty Maryanthy, usai mengikuti pengukuhan Gugus Tugas TPPO Kabupaten Cianjur, di Hotel Sangga Buana, belum lama berselang.
"Kabupaten Cianjur secara geografis sangat strategis, dimana bisa dijadikan sebagai lokasi untuk lalu lalang terjadinya perdagangan orang," kata Tenty kepada wartawan.
Baca Lainnya :
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
Menurutnya, kasus trafficking atau perdagangan orang di Kabupaten Cianjur, termasuk ke dalam kabupaten/kota di Jawa Barat yang cukup tinggi. Berdasarkan data UPTD PPA hingga Agustus 2025, tercatat ada 28 kasus.
"Semuanya sudah tertangani. Ada yang memang sudah ditangani sampai dengan selesai. Tapi juga masih ada dalam proses, karena terkait dengan perdagangan orang sangat complicated sekali penyelesaiannya," ujarnya.
Tenty mengatakan, penanganan korban perdagangan orang tidak sesederhana memulangkan mereka ke kampung halaman, karena harus memperhatikan dampak psikologis, sosial, hingga finansial, sehingga harus dipulihkan terlebih dahulu.
"Karena akar permasalahannya adalah permasalahan ekonomi," katanya.
Berdasarkan data setempat, kasus perdagangan orang yang terjadi di Kabupaten Cianjur, diantaranya dari Kecamatan Mande, Kecamatan Cianjur, Kecamatan Haurwangi dan lain sebagainya.
Tenty menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap iming-iming pekerjaan dari pihak tak bertanggung jawab. Mengingat modus pelaku kian beragam, tak hanya memanfaatkan tenaga kerja, tetapi juga memperdagangkan organ tubuh korban.
“Sasaran utama pelaku adalah mereka yang sedang butuh pekerjaan. Jadi, jangan mudah tergoda tawaran kerja tanpa kejelasan,” ungkapnya. (tim dens).











