- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR

Keterangan Gambar : Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahmad Fikri, pada acara Pelatihan dan Pelantikan Palang Merah Remaja (PMR) di Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas, 18-20 September 2026.
Pinusnews.id - Di tengah gemuruh riuh rendah yel-yel semangat, ribuan remaja dari berbagai sekolah di Kabupaten Cianjur berkumpul dengan satu tujuan mulia yakni menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan. Mereka adalah anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SMP dan SMA/SMK yang mengikuti pelatihan dan pelantikan di Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas, Kecamatan Cipanas, pada Jumat, 18 September 2026. Suasana pagi itu merupakan awal dari perjalanan panjang membentuk karakter tanggap, disiplin, dan penuh empati.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur ini diikuti oleh sekitar 4.000 peserta dari lebih dari 60 sekolah. Tidak hanya pelajar, lebih dari 200 pendamping guru dan pembina juga turut serta mendampingi selama tiga hari penuh. Angka ini memang lebih kecil dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 7.000 peserta, namun pembatasan ini sengaja dilakukan demi alasan keselamatan dan kapasitas lokasi.
“Untuk peserta sekitar 4.000 dari tingkat SMP, SMA/SMK. Dan untuk pendampingnya sekitar 200 lebih,” kata Ahmad Fikri, Ketua PMI Kabupaten Cianjur di Cibodas kepada wartawan.
Baca Lainnya :
- Kamis, Digelar Vaksinasi di Cianjur, Siapa yang Pertama Divaksin?
- Polisi Bekuk Oknum Pendamping PKH Maling Dana KPM Ratusan Juta Rupiah
- Mantaap, Cianjur Jadi Tuan Rumah HPN 2021
- Aneh, Soal BPNT Warga Dapat Ayam Hidup Bukan Daging Ayam
- Pekerja Pembangunan Gedung Setda Cianjur Bagai "Superman"
Sementara, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Baginya, ini adalah wadah strategis untuk membentuk karakter generasi muda Cianjur.
“Harapannya anak-anak kita, siswa-siswi kita di Kabupaten Cianjur bisa mengembangkan karakternya, mengasah kedisiplinan sekaligus kepeduliannya terhadap sesama,” ujar Wahyu dengan penuh harap. Ia juga menambahkan bahwa semangat kepalangmerahan harus dimulai dari diri sendiri, lalu ditularkan ke keluarga dan lingkungan sekitar.
Menurut Bupati, kegiatan kepalangmerahan tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga menanamkan sikap tanggap, solidaritas, dan semangat membantu orang lain.
“Dengan kegiatan ini mudah-mudahan mereka menjadi orang-orang yang siap dan selalu siaga dalam aksi kemanusiaan,” ungkapnya. Pernyataan ini menggambarkan bahwa PMR bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler, melainkan gerakan moral yang membentuk jiwa rela berkorban demi sesama.
Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, menjelaskan bahwa pembatasan jumlah peserta tahun ini dilakukan dengan pertimbangan matang. “Pertama karena lokasinya tidak bisa menampung. Kita juga mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk ketika ada evakuasi setelah mereka melakukan berbagai kegiatan pelatihan selama tiga hari ke depan,” ujarnya. Keputusan ini menunjukkan komitmen PMI Cianjur terhadap keselamatan peserta, terutama dalam menghadapi kemungkinan kondisi darurat di lokasi perkemahan.
Selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu 20 September 2026, peserta mengikuti berbagai materi pelatihan yang komprehensif. Mulai dari pertolongan pertama, pelatihan penggunaan tandu, seni dan budaya, hingga program baru berupa pelatihan pelaporan. Peserta diajarkan melakukan pendataan dan menyusunnya dalam bentuk laporan seperti yang dilakukan para wartawan.
“Kita harapkan dari ribuan peserta ini selain menjadi duta kebersihan, juga menjadi duta relawan di masing-masing tempat tinggal mereka,” kata Ahmad Fikri.
Dengan keterampilan yang diperoleh, anggota PMR diharapkan mampu memberikan pertolongan awal ketika terjadi kondisi darurat sebelum tenaga medis datang. Ini adalah keterampilan hidup yang sangat berharga, terutama di wilayah seperti Cianjur yang kerap menghadapi bencana alam. PMI juga berencana menggelar kegiatan serupa di wilayah Cianjur Selatan, sehingga pembinaan PMR tidak hanya terpusat di wilayah utara. Langkah ini menunjukkan komitmen PMI untuk menjangkau seluruh pelosok kabupaten.
Di era digital yang sering kali membuat remaja teralienasi dalam dunia maya, kegiatan seperti ini menjadi oase yang menyegarkan. Ribuan pelajar yang rela meninggalkan kenyamanan rumah untuk berkemah, belajar, dan berlatih menjadi relawan adalah bukti bahwa semangat kemanusiaan masih hidup di hati generasi muda. Mereka bukan hanya belajar membalut luka, tetapi juga belajar membalut hati sesama dengan kepedulian.
Pelatihan dan pelantikan PMR di Mandala Kitri Cibodas adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Cianjur. Seperti kata pepatah, “Barang siapa yang menyelamatkan satu nyawa, seolah-olah telah menyelamatkan seluruh umat manusia.” Ribuan pelajar yang dilantik hari ini adalah calon-calon penyelamat itu, mereka yang akan berdiri tegak ketika orang lain butuh pertolongan, mereka yang akan menjadi cahaya di tengah kegelapan. Dan semuanya dimulai dari sebuah keputusan sederhana, yakni rasa peduli. (dens).










