- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
Syariat, Hakikat, dan Makrifat adalah Tiga Lapisan Makna Kurban pada Idul Adha

Keterangan Gambar : Foto ilustrasi istimewa.
Pinusnews.id - Makna kurban Idul Adha memiliki tiga lapisan makna: syariat, hakikat, dan makrifat. Syariat adalah pelaksanaan ibadah kurban sesuai dengan ketentuan agama, yaitu menyembelih hewan kurban pada waktu yang ditentukan.
Hakikat adalah inti atau makna terdalam dari kurban, yaitu bentuk ketaatan kepada Allah dan pengorbanan demi kebaikan.
Makrifat adalah pengetahuan dan pengalaman batin yang mendalam tentang Allah dan kurban, yaitu merasakan kebesaran Allah dalam setiap pengorbanan.
Baca Lainnya :
- BPBD Cianjur : Tebing Pasir atau Hutan Rawan Longsor di Cianjur, Sudah Terakomodir 2021
- Rustiman KPU Cianjur : 99 Persen Masyarakat Tahu 9 Desember Ada Apa?
- Perlu Perhatian Serius, Tebing Pasir Cilumping di Cibeber Rawan LongsorÂ
- Ikrar Bersama, Forkopimcam Mande Deklarasi Pilkada Aman Damai
- Kapolda Jabar Bersama Pangdam III/Siliwangi Berkunjung ke Cianjur, Ada Apa?
Berikut adalah elaborasi lebih lanjut.
Syariat:
Syariat kurban meliputi ketentuan-ketentuan mengenai jenis hewan kurban, jumlah, kondisi hewan, waktu pelaksanaan, dan tata cara penyembelihan.
Syariat kurban adalah bentuk ketaatan kepada perintah Allah yang telah ditetapkan dalam agama.
Hakikat:
Hakikat kurban adalah pengorbanan yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hakikat kurban juga mencakup penyembelihan sifat-sifat buruk dalam diri manusia, seperti ego, keserakahan, dan cinta dunia yang berlebihan.
Nabi Ibrahim mengorbankan putranya Ismail sebagai bentuk ketaatan yang sempurna kepada Allah. Kisah ini menjadi contoh teladan tentang hakikat kurban.
Makrifat:
Makrifat kurban adalah pengetahuan batin tentang kebesaran Allah dan kasih sayang-Nya kepada umat manusia.
Melalui kurban, seseorang dapat merasakan kehadiran Allah dalam setiap pengorbanan dan mencapai kedekatan sejati dengan-Nya.
Makrifat kurban juga bisa memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, sehingga memperkuat keimanan dan ketakwaan seseorang.
Dengan memahami makna syariat, hakikat, dan makrifat kurban, umat Islam dapat melaksanakan ibadah kurban dengan lebih bermakna dan mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih sempurna. (dari berbagai sumber-dens).











