- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Sinergi Zakat dan Pemerintah: BAZNAS Cianjur Cepat Tangani Banjir Bandang di Desa Jamali

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Bencana alam sering kali datang tanpa permisi, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Pada awal Mei 2026, banjir bandang melanda Kampung Dibilang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, mengakibatkan 35 rumah terendam dan sekitar 60 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Kejadian ini menjadi pengingat betapa rentannya wilayah pedesaan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama di musim hujan yang tak menentu.
Kinerja luar biasa BAZNAS Kabupaten Cianjur langsung terlihat dalam respons cepat mereka. Bersama Pemerintah Kabupaten Cianjur, lembaga amil zakat ini turun tangan untuk menyalurkan bantuan tepat sasaran. Penyaluran dilakukan pada Senin, 4 Mei 2026, di lokasi terdampak, menunjukkan komitmen BAZNAS Cianjur sebagai garda terdepan dalam pengelolaan zakat untuk kemanusiaan.
Kehadiran Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, beserta Dinas Pendidikan Kabupaten, memperkuat acara tersebut. Unsur pemerintah daerah ini tidak hanya hadir secara simbolis, melainkan aktif menyerahkan bantuan. Namun, sorotan utama tertuju pada BAZNAS Cianjur yang telah mempersiapkan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok para pengungsi, memastikan tidak ada keluarga yang kelaparan di tengah musibah.
Baca Lainnya :
- Mobil Angkutan Umum Tertimpa Pohon, 2 Sopir Dilarikan ke Rumah SakitÂ
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
Fokus BAZNAS Cianjur pada pendidikan anak menjadi bukti visi jangka panjang mereka. Sementara pemerintah menyerahkan perlengkapan sekolah dan dana untuk seragam, BAZNAS Cianjur melengkapi upaya ini dengan dukungan berkelanjutan. Langkah ini menjaga agar anak-anak terdampak tetap belajar, mencegah putus sekolah akibat bencana—sebuah prestasi yang menonjolkan peran zakat sebagai investasi masa depan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, menegaskan dedikasi lembaganya. “BAZNAS Cianjur hadir untuk memberikan dukungan nyata kepada masyarakat terdampak bencana, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar maupun dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak,” ujarnya dengan tegas saat penyaluran bantuan. Ungkapan ini mencerminkan bagaimana BAZNAS Cianjur mengoptimalkan zakat sebagai instrumen sosial yang efektif.
Respons cepat BAZNAS Cianjur bukan kebetulan, melainkan bagian dari komitmen institusional mereka terhadap kondisi darurat. Dengan mekanisme pengumpulan dan distribusi zakat yang efisien, lembaga ini mampu bergerak lebih gesit daripada bencana itu sendiri. Kinerja ini menjadi contoh bagi lembaga amil zakat lain di Indonesia, di mana zakat tidak hanya ritual, tapi alat pemulihan komunitas.
Sinergi antara BAZNAS Cianjur dan pemerintah daerah setempat terbukti ampuh. Pemerintah menyediakan koordinasi dan kehadiran resmi, sementara BAZNAS Cianjur membawa sumber daya zakat yang fleksibel. Kolaborasi ini mempercepat pemulihan, memastikan bantuan mencapai 60 kepala keluarga tanpa hambatan birokrasi yang rumit.
Dampak positifnya sudah terlihat: masyarakat mulai pulih, anak-anak kembali ke sekolah, dan kepercayaan terhadap zakat semakin kuat. Kinerja BAZNAS Cianjur dalam banjir bandang ini memperkuat citra mereka sebagai mitra andal pemerintah, membuktikan bahwa zakat bisa menjadi solusi cepat untuk bencana lokal.
Ke depan, diharapkan model BAZNAS Cianjur ini direplikasi di daerah lain. Melalui respons tanggap dan sinergi solid, masyarakat terdampak dapat segera bangkit, menjalankan aktivitas normal kembali. Ini adalah kemenangan zakat untuk kemanusiaan di Cianjur. (dens).











