- Gunakan Dana Pribadi, Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Penjahat Jalanan di Jabar
- DPMPTSP Cianjur: Investasi Tembus Rp1,33 Triliun pada Semester Pertama 2026
- Bupati Wahyu Resmikan Peluncuran AMDK Perumdam Tirta Mukti Cianjur
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur, Sukses Penerimaan Siswa Baru Sekolah Nasional Terintegrasi
- SEATRC 2026 di Cianjur: Lari Lintas Alam Bawa Atlet Asia Tenggara Dorong Pariwisata Lokal
- Epa Fatihah Dinobatkan Sebagai Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Sinergi dengan Kejari untuk Pengelolaan Hutan yang Akuntabel dan Berke
- BPBD Cianjur Percepat Distribusi Air Bersih: Respons Hadapi Kekeringan Musim Kemarau
- Bupati Cianjur: Art Space The Unreal Playroom, Kreativitas dan Ekonomi Kreatif Lokal
- Bagian Umum dan Keuangan Sekda Cianjur Gelar Rekonsiliasi Semester 2026
Sekolah Sudah Dibangun Tanpa Kursi dan Meja, Para Siswa SDN Terpaksa Belajar di Lantai

Keterangan Gambar : Bangunan Sekolah Dasar Negeri Sukabakti tampak bagus, tapi anehnya tidak ada kursi dan meja untuk belajar para siswanya.
Pinusnews.id - Puluhan siswa SDN Sukabakti di Kampung Nagrog, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Cianjur, terpaksa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa kursi dan meja alias belajar di lantai atau lesehan.
Dari enam ruang kelas yang ada terdapat tiga kelas di sekolah tersebut yang siswanya belajar tanpa menggunakan kursi dan meja. Para siswa di kelas 3, 4 dan 5 terpaksa belajar tanpa alas di lantai ruang kelas.
Salah satu siswa kelas 5 SDN Sukabakti Agus Muhidin mengaku belajar di lantai sudah terjadi sejak satu tahun lalu saat dirinya duduk di kelas empat.
Baca Lainnya :
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
- Heboh, Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Agrabinta Cianjur
- Waspada, Positif Covid-19 di Cianjur Melonjak Drastis
- Bagikan Ribuan Masker Usai Peringati HKN
"Sekarang saya sudah naik ke kelas lima, ya audah satu tahun belajar di lantai. Sering pegal dan kedinginan, pengen nya ya ada kursi sama meja, biar belajarnya nyaman," ungkap Agus saat ditemui wartawan.
Kepala Sekolah SDN Sukabakti, Wawan, mengatakan 3 ruang kelas yang tidak ada meja dan kursi tersebut terjadi sejak kejadian gempa bumi dahsyat tahun 2022. Seluruh bangunan hancur termasuk mebeulernya.
"Iya saat kejadian gempa seluruh bangunan sekolah rusak dan mebelernya rusak tidak ada yang terpakai," ujarnya.
Pasca gempa lanjut Wawan, pemerintah pusat kembali membangun sekolah baru. Namun setelah bangunannya selesai ternyata tidak dibantu dengan mebelernya dan dibiarkan kosong. (tim).











