- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
Sekolah Sudah Dibangun Tanpa Kursi dan Meja, Para Siswa SDN Terpaksa Belajar di Lantai

Keterangan Gambar : Bangunan Sekolah Dasar Negeri Sukabakti tampak bagus, tapi anehnya tidak ada kursi dan meja untuk belajar para siswanya.
Pinusnews.id - Puluhan siswa SDN Sukabakti di Kampung Nagrog, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Cianjur, terpaksa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa kursi dan meja alias belajar di lantai atau lesehan.
Dari enam ruang kelas yang ada terdapat tiga kelas di sekolah tersebut yang siswanya belajar tanpa menggunakan kursi dan meja. Para siswa di kelas 3, 4 dan 5 terpaksa belajar tanpa alas di lantai ruang kelas.
Salah satu siswa kelas 5 SDN Sukabakti Agus Muhidin mengaku belajar di lantai sudah terjadi sejak satu tahun lalu saat dirinya duduk di kelas empat.
Baca Lainnya :
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
- Heboh, Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Agrabinta Cianjur
- Waspada, Positif Covid-19 di Cianjur Melonjak Drastis
- Bagikan Ribuan Masker Usai Peringati HKN
"Sekarang saya sudah naik ke kelas lima, ya audah satu tahun belajar di lantai. Sering pegal dan kedinginan, pengen nya ya ada kursi sama meja, biar belajarnya nyaman," ungkap Agus saat ditemui wartawan.
Kepala Sekolah SDN Sukabakti, Wawan, mengatakan 3 ruang kelas yang tidak ada meja dan kursi tersebut terjadi sejak kejadian gempa bumi dahsyat tahun 2022. Seluruh bangunan hancur termasuk mebeulernya.
"Iya saat kejadian gempa seluruh bangunan sekolah rusak dan mebelernya rusak tidak ada yang terpakai," ujarnya.
Pasca gempa lanjut Wawan, pemerintah pusat kembali membangun sekolah baru. Namun setelah bangunannya selesai ternyata tidak dibantu dengan mebelernya dan dibiarkan kosong. (tim).











