- Menata Surat, Mempermudah Kerja: Dinas Pangan Cianjur Genjot Digitalisasi Arsip lewat SRIKANDI
- Revitalisasi SD Negeri Dawuan, Membangun Kenyamanan dan Semangat Belajar
- Merajut Masa Depan Birokrasi: Terobosan Manajemen Talenta ASN Cianjur di Tangan Akos Koswara
- Membawa Kampus Pariwisata Bali ke Cianjur: Peluang Baru bagi Generasi Muda
- Kabag Kesra: Optimis Ketua Baru BAZNAS Cianjur Hadirkan Inovasi dan Pelayanan Semakin Baik
- Camat Mande Gerakkan Hidup Sehat: Dari Kantor ke Masyarakat
- Diskumdagin Cianjur Akselerasi UMKM Naik Kelas: Bantuan Alat Usaha 2026 Jadi Katalis Produktivitas
- Bupati Cianjur Kukuhkan H. Denny Saeful Rohman Jadi Ketua BAZNAS Periode 2026-2031
- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
Sekda Herman Suryatman: Ketahanan Keluarga Kunci SDM Berkualitas

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menghadiri Rapat Koordinasi Ketahanan Keluarga Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2024 di Prime Park Hotel, Kota Bandung, Kamis (28/11/2024).
Tema dalam rakor tersebut, “Membangun Ketahanan Keluarga untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas: Mengatasi Tantangan Perceraian, Perkawinan Anak, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Jawa Barat”.
"Hari ini kita berkumpul, keluarga besar DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Provinsi dan 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, serta stakeholders terkait, termasuk para aktivis yang peduli terhadap ketahanan keluarga," ucap Herman Suryatman.
Baca Lainnya :
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Polsek Agrabinta Dorong Warga Prokes 3M
- Sehat Mahal Harganya, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Penerapan Disiplin 3M
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Direktur Jendral PKTN Kunjungi Pasar Rakyat Cipanas Menuju sertifikasi SNI.
Pada kesempatan itu, Herman menuturkan bahwa ketahanan keluarga merupakan kunci lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Ini penting guna memanfaatkan bonus demografi, terlebih menuju Indonesia Emas 2045.
Apabila keluarga kuat dan berkualitas, maka permasalahan sosial akan minim. Lebih jauh termasuk isu perceraian, perkawinan anak, hingga TPPO seharusnya dapat dicegah sejak dari unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga.
Untuk itu, sambung Herman, perlu diperkuat delapan fungsi keluarga yang harus diperhatikan dalam membentuk keluarga yang berkualitas, yakni keagamaan, sosial budaya, cinta kasih sayang, dan perlindungan.
Fungsi keluarga lainnya, yaitu reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi serta lingkungan.
"Kami berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah yang progresif dalam rangka meningkatkan ketahanan keluarga di Jawa Barat," tegas Herman.
"Ini agar keluarga-keluarga di Jabar kuat karena kalau keluarga kuat, maka desa atau kelurahan kuat, kecamatan kuat, kabupaten kota kuat, pada akhirnya Jawa Barat akan kuat," ujarnya.
Maka dari itu, urusan peningkatan ketahanan keluarga di Jabar perlu kolaborasi dari berbagai pihak mulai dari tingkat provinsi, kabupaten kota, kecamatan sampai dengan tingkat desa/kelurahan.
"Kita akan perjuangkan bersama," seru Herman. (tim-dens).











