- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
- Nelayan Pantai Jayanti Kembali Melaut, Satpolairud Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
- Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat Kesiapan Hadapi Kemarau dan El Nino
Sekda Cianjur Cecep R Alamsyah: Ada Nilai Plus Minus dalam Efisiensi Anggaran

Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Cecep R Alamsyah.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, menilai ada sisi keuntungan dalam efisiensi anggaran. Sebab, dengan kebijakan itu maka terjadi keselarasan untuk mereposisi anggaran dari tingkat pemerintah pusat, provinsi, serta kota dan kabupaten.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah, menuturkan di tengah masa transisi kepemimpinan daerah, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1/2025. Kondisi ini tentu ada nilai plus dan minusnya.
"Tapi kami melihat efisiensi anggaran ini sebagai reposisi atau pergeseran. Ada nilai keuntungan karena terjadi penyelerasan mulai dari pusat, provinsi, serta kota dan kabupaten. Ini artinya, program-program akan selaras," ujarnya kepada awak media di Cianjur, pada Rabu 24 Februari 2025.
Baca Lainnya :
- Heboh, Ada Mayat Lelaki Tanpa Identitas Tergeletak di Sungai Cigombong
- Buruh Cianjur Kecewa, Hasil Audensi tak Menemukan Titik Temu
- UMK 2021 Tak Naik, Ribuan Buruh di Cianjur Unjuk Rasa
- Sebanyak 7.978 Personel Pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Jabar
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
Menurut dia, pada prinsipnya pergeseran anggaran bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Satu di antaranya dukungan terhadap program makan bergizi gratis (MBG) yang merupakan investasi jangka panjang menyiapkan generasi emas.
"Kita tahu, Kabupaten Cianjur masih banyak pekerjaan rumah, masih terus mengejar ketertinggalan di berbagai sektor. Ini menjadi suatu tantangan, tidak hanya sekarang, tapi beberapa tahun ke depan. Dari sekarang, kita harus menyiapkan SDM yang kuat sebagai investasi 20 tahun ke depan misalnya," imbuh Sekda Cianjur.
Berbagai program yang dilaksanakan sekarang, kata Cecep, akan sangat menentukan Kabupaten Cianjur ke depan. Kondisi saat ini, Kabupaten Cianjur dihadapkan dengan tantangan geografis, akses, dan berbagai hal lainnya.
"Posisi Cianjur berada di daerah yang akses jalannya dikepung macet. Dari Bandung ke Cianjur, dari Bogor atau Jakarta ke Cianjur, termasuk dari Sukabumi," ungkapnya.
Jika tantangan itu tak diatasi, Cecep yakin, Kabupaten Cianjur akan kesulitan bergerak. Termasuk perekonomian yang dimungkinkan akan menjadi terhambat.
"Saya kira tantangan kita masih berat. Ini hal-hal penting yang harus kita kerjakan bersama-sama," tegas Cecep R Alamsyah. (dens).











