- Perumdam Tirta Mukti Cianjur Tingkatkan Pelayanan saat Kemarau, Menjaga Pasokan Air
- DPUTR Cianjur Perkuat Pelayanan Publik lewat Keputusan Konseling Pelayanan
- Pemprov Jabar Kawal Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah Agar Sejahterakan Rakyat
- Demo di Cianjur Memanas, KH Deni Saepul Rohman: LGBT Bukan Perbedaan Tapi Penyimpangan
- Polres Cianjur Kirim Truk Tangki 5.000 Liter untuk Warga Krisis Air di Kampung Cibolang
- BGN Tetapkan Batas 10 Agustus untuk SLHS Dapur MBG: Sanksi Tutup Permanen jika Tak Memenuhi
- Audensi dengan Bupati Wahyu, Disdukcapil Cianjur Perkuat Data Pembangunan lewat Sinergi dengan BPS
- BAZNAS RI Raih Top Brand Award 2026 dan Peran BAZNAS Cianjur dalam Membangun Kepercayaan Publik
- KDM Targetkan Seluruh Tanah Milik Pemerintah Bersertifikat Paling Lambat Tiga Tahun ke Depan
- Dinas Pangan Cianjur Salurkan 24,7 Ton Beras CPPD, Perkuat Ketahanan Pangan di 10 Desa Rawan
Santri Cianjur Dibekali Keterampilan Pangkas Rambut untuk Dorong Kemandirian Ekonomi

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, usai membuka Pelatihan Pangkas Rambut untuk para santri pondok pesantren se-Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama PC NU Cianjur menggelar Pelatihan Pangkas Rambut bagi para santri pondok pesantren se-Kabupaten Cianjur. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian ini berlangsung di Aula PC NU Kabupaten Cianjur pada Minggu, 21 Juni 2026. Pelatihan ditujukan untuk memberi bekal keterampilan praktis yang dapat menjadi modal ekonomi bagi para santri setelah menuntut ilmu di pesantren.
Dalam sambutannya, Bupati Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi atas inisiatif PC NU yang menghadirkan pelatihan keterampilan vokasional.
"Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya pelatihan ini. Kegiatan seperti ini penting karena membekali santri dengan keterampilan yang nyata dan bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha," ujarnya. Pernyataan itu menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap program pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren.
Baca Lainnya :
- Kasus Positif Covid-19 di Cianjur Meningkat, Rakyat Ngantri Swab Test
- Astakira Jemput Pekerja Migran yang Depresi di Arab Saudi
- Wilman Singawinata, Wakil Ketua DPRD Cianjur : Pilih BUMDes Jadi Supplier
- Hujan Es Diiringi Angin Kencang Hantam Rumah Penduduk
- Oknum Catut Nama Bupati Cianjur untuk Menipu Pemilik Pontren
Bupati menekankan bahwa penguasaan keterampilan praktis tidak bertentangan dengan pendidikan agama, melainkan justru memperkuat peran pesantren dalam mempersiapkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Bupati juga menyatakan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap menjadi fondasi utama, sementara keterampilan seperti pangkas rambut menjadi sarana untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan menambah pilihan masa depan bagi santri.
Selain memberi motivasi, Bupati Wahyu juga berpesan kepada peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh.
"Manfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu dan pengalaman dari para instruktur. Dengan kemauan dan latihan, keterampilan ini bisa menjadi sumber penghasilan yang halal dan berkelanjutan," kata Bupati. Arahan tersebut diharapkan mampu mendorong semangat peserta untuk serius belajar dan mengaplikasikan keterampilan setelah pelatihan selesai.
Pelatihan pangkas rambut bagi santri merupakan contoh konkret sinergi antara pemerintahan daerah dan organisasi keagamaan dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Harapannya, program serupa dapat terus dikembangkan dan direplikasi, sehingga lahir generasi pesantren yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki kompetensi vokasional yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. (dens).











