SANTRI CEGAH KORUPSI
Oleh: Unang Margana Pinusnews.id - Jika korupsi adalah penyakit bangsa, maka hukum dan penjara hanyalah obat penahan sakit. Ia hanya meredakan gejala, tidak menyembuhkan sampai ke akar. Vaksin pencegahnya hanya satu: Pendidikan Antikorupsi. Dan vaksin itu

01 Jul 2026, 09:36:48 WIB PERISTIWA
SANTRI CEGAH KORUPSI

Keterangan Gambar : Unang Margana.


Oleh: Unang Margana

Pinusnews.id - Jika korupsi adalah penyakit bangsa, maka hukum dan penjara hanyalah obat penahan sakit. Ia hanya meredakan gejala, tidak menyembuhkan sampai ke akar. Vaksin pencegahnya hanya satu: Pendidikan Antikorupsi.

Dan vaksin itu paling cocok disuntikkan pertama kali di Pesantren. Cianjur sebagai "Tatar Santri" memiliki 1.123 pesantren dengan lebih dari 118 ribu santri, menurut data Sistem Informasi Pondok Pesantren Kemenag RI 2024. Mereka hidup 24 jam dalam sistem nilai, akhlak, dan disiplin. Inilah benteng paling kokoh untuk melahirkan generasi yang anti korupsi.

Baca Lainnya :

Sayangnya, selama ini sistem pendidikan kita terlalu sibuk mengejar nilai ujian, tapi lupa menanamkan nilai dasar: jujur, amanah, dan bertanggung jawab.

Kita tidak bisa menutup mata pada realitas. Berdasarkan Corruption Perceptions Index 2024 yang dirilis Transparency International pada 11 Februari 2025, Indonesia masih berada di skor 37 dari 100, dan menduduki peringkat 99 dari 180 negara. Skor di bawah 50 berarti masih berada di zona merah.

Data dari Rekapitulasi Penindakan KPK RI Periode 2004 s.d 31 Desember 2024: KPK telah menangani 1.739 perkara tindak pidana korupsi dengan total kerugian keuangan negara mencapai Rp 301,09 Triliun.

Lebih miris lagi, Laporan Tren Penindakan Kasus Korupsi 2023 oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), mencatat aktor korupsi terbanyak justru berasal dari sektor eksekutif di daerah. Artinya, uang rakyat yang seharusnya untuk santri, sekolah, dan masjid, paling banyak bocor di tingkat kabupaten/kota.

Dari data resmi ini terbukti: strategi yang hanya mengandalkan penindakan dan penjara tidak akan pernah cukup. Kita butuh pencegahan dari akar, dan akar itu ada di Pesantren.

Sebagaimana ditegaskan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, korupsi lahir dari mental. Nah, santri dari awal sudah ditempa mentalnya.

 9 Nilai Dasar Anti Korupsi, Sudah Ada Di KITAB Kuning

KPK RI melalui Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat menetapkan 9 nilai dasar antikorupsi: Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani, dan Adil.

Bukankah 9 nilai itu sudah diajarkan di kitab-kitab akhlak pesantren sejak ratusan tahun lalu? Santri diajarkan jujur oleh Kiai, mandiri karena hidup jauh dari orang tua, sederhana dalam gaya hidup, dan berani mengatakan kebenaran.

Tugas kita sekarang hanya satu: mengkontekstualisasikan nilai-nilai itu ke dalam isu korupsi modern. Agar santri paham, bahwa _mark up_ anggaran itu sama dosanya dengan mencuri uang kas pesantren.

Pesantren Jadi Laboratium Jujur

Teori tanpa praktik hasilnya nol besar. Pesantren harus jadi laboratorium hidup. Ini 3 aksi yang bisa langsung jalan: 1)."Kantin Kejujuran Santri"*: Tanpa penjaga, tanpa dicatat. Santri mengambil makanan dan membayar sendiri sesuai harga. Ini melatih amanah dan jujur sejak hal paling kecil, yaitu urusan uang jajan. 2)."Koperasi Santri Jujur & Transparan"*: Pengurus koperasi dipilih santri. Laporan keuangan dibuka dan ditempel di mading setiap bulan. Ini melatih santri memahami transparansi dan akuntabilitas. 3)."Mimbar Jumat Santri"*: Berikan panggung kepada santri untuk menyampaikan ceramah dengan tema "Malu Korupsi, Mulia Jujur". Latih mereka berani bersuara melawan kemungkaran sejak muda.

Penutup: Investasi 20 Tahun + Fardhu Kifayah

Membangun satu jembatan fisik hanya butuh waktu 2 tahun. Tetapi membangun satu generasi santri yang berintegritas, khususnya di Cianjur, membutuhkan investasi minimal 20 tahun.

Jika hari ini kita menunda dan tidak memulai dari pesantren, maka 20 tahun lagi Cianjur akan dipimpin oleh generasi yang memiliki mentalitas dan pola pikir yang sama koruptifnya dengan hari ini.

Dengan spirit Hijrah dan bagian dari Fardhu Kifayah, mari kita mulai dari sekarang. Mari kita mulai dari Santri. Karena ketika santri sudah benar-benar anti korupsi, maka insyaAllah Cianjur akan selamat dari korupsi.

Cianjur, 30 Juni 2026*

Unang Margana, Dosen, Advokat, Pemerhati di Bengkel Politik Cianjur (BPC)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment