- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
Ribuan Ruang Kelas Sekolah Dasar di Cianjur dalam Keadaan Rusak, Antisipasinya Bagaimana?

Keterangan Gambar : Kabid SD Disdikpora Cianjur, Arifin.
Pinusnews.id - Ribuan ruang kelas sekolah dasar (SD) yang tersebar di Kabupaten Cianjur masih banyak yang rusak. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) terus berupaya untuk membereskan perbaikan ruang kelas tersebut.
Kepala Bidang SD Disdikpora Cianjur, Arifin merinci kelas yang alami rusak berat sebanyak 697 unit, rusak sedang 1.952 unit, dan rusak ringan 1.605 unit.
"Dari hasil pendataan terakhir ada peningkatan jumlah ruang kelas yang rusak. Di sisi lain juga masih ada kekurangan ruang kelas baru (RKB) sebanyak 1.358 unit karena setiap tahun ada penambahan jumlah rombongan belajar (rombel)," ujar Arifin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 17 September 2024.
Baca Lainnya :
- Jenazah PMI Asal Cianjur Selatan, Tiba Di Rumah Duka
- IPAL Rusak, Warga Dua Kampung di Cibeber Cianjur Keluhkan Bau Menyengat
- Aslinya, Cianjur Rawan Bencana, Karena Daerahnya Perbukitan
- Akses Jalan Sempat Tertutup, Bencana Longsor di Tanggeung Cianjur
- Kepala Puskesmas Cikalongkulon Cianjur Terpapar Covid-19
Menurut Arifin kekurangan ruang kelas baru akibat jumlah siswa yang mengalami kenaikan setiap tahunnya. Di 2024 terdata kurang lebih 250 ribu siswa SD negeri dan swasta se-Cianjur.
"Untuk batuan tahun ini baru 123 ruang kelas baru yang dikelola dengan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dan 48 ruang kelas baru yang dikelola Dana Alokasi Khusus (DAK)," jelas Arifin.
Namun ada juga sekolah yang mendapatkan bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) seperti sekolah di Cibeber yang dibangun dua lokal oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Kementerian PUPR juga merencanakan pembangunan kelas baru untuk 32 SD di Cianjur, sehingga beberapa sekolah termasuk SDN Sukaluyu 1 termasuk penerima bantuan tersebut. Semoga saja dua tahun ke depan sekolah yang rusak dapat kami perbaiki semuanya," pungkasnya. (tim).











