- Diskumdagin Cianjur Akselerasi UMKM Naik Kelas: Bantuan Alat Usaha 2026 Jadi Katalis Produktivitas
- Bupati Cianjur Kukuhkan H. Denny Saeful Rohman Jadi Ketua BAZNAS Periode 2026-2031
- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
Relokasi PKL Cipanas Tidak Sesuai Harapan, Komisi I DPRD Cianjur Lakukan Sidak

Keterangan Gambar : Anggota Komisi I DPRD Cianjur, Hendry Juanda, saat melakukan sidak ke tempat PKL di sepanjang jalan raya Kota Cipanas, Cianjur.
Pinusnews.id - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, Hendry Juanda, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait relokasi pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan raya Cipanas pada Jumat 18 April 2025.
Sidak ini dilakukan menyusul adanya keluhan dari para pedagang terkait tempat relokasi yang dinilai tidak layak dan berpotensi merugikan mata pencaharian mereka.
Dalam sidaknya, Poltikus dari Partai Gerindra tersebut, Hendry menemukan bahwa tempat relokasi yang disediakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur bagi sekitar 80an pedagang kaki lima tersebut jauh dari harapan.
Baca Lainnya :
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
- Peringati Hari Aids Sedunia, Puskesmas Sukaluyu Gelar pemeriksaan Triple E untuk Ibu Hamil
- Tukang Kebun Meninggal Tersengat Listrik
- Polres Cianjur Ringkus Pengedar Obat Terlarang
- Resmi, Forum Komunikasi Komite Sekolah Cianjur Gelar Deklarasi
Ia menilai lokasi relokasi tidak strategis dan kurang representatif untuk kegiatan berjualan, sehingga dikhawatirkan akan menurunkan omzet penjualan para pedagang secara signifikan.
"Relokasi ini tidak menyelesaikan masalah. Tempat yang disediakan ini jauh dari kata layak untuk berjualan. Bagaimana pedagang bisa mencari nafkah kalau tempatnya sepi dan tidak menarik bagi pembeli?" ujar Hendry Juanda di lokasi relokasi, Jumat 18 April.
Lebih lanjut, Hendrik mengungkapkan bahwa aspirasi dari para PKL menyebutkan bahwa tempat relokasi saat ini lebih pantas digunakan sebagai tempat penyimpanan gerobak dagangan, bukan sebagai lokasi berjualan yang produktif.
Ia pun berjanji akan menindaklanjuti keluhan ini dengan menyampaikan langsung kepada Bupati Cianjur, dr. Wahyu Ferdian.
"Saya menerima aspirasi dari para pedagang dan akan segera menyampaikan hal ini kepada Bapak Bupati. Kita harus mencari solusi yang adil dan tidak merugikan para PKL, karena mereka juga bagian dari masyarakat Cianjur yang perlu diperhatikan," tegas Hendry.
Diharapkan, dengan adanya sidak dan perhatian dari DPRD Cianjur ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menyediakan tempat relokasi yang lebih layak dan strategis bagi para pedagang kaki lima di kawasan Cipanas. (dens).











