- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
- Nelayan Pantai Jayanti Kembali Melaut, Satpolairud Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
- Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat Kesiapan Hadapi Kemarau dan El Nino
Relokasi PKL Cipanas Tidak Sesuai Harapan, Komisi I DPRD Cianjur Lakukan Sidak

Keterangan Gambar : Anggota Komisi I DPRD Cianjur, Hendry Juanda, saat melakukan sidak ke tempat PKL di sepanjang jalan raya Kota Cipanas, Cianjur.
Pinusnews.id - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, Hendry Juanda, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait relokasi pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan raya Cipanas pada Jumat 18 April 2025.
Sidak ini dilakukan menyusul adanya keluhan dari para pedagang terkait tempat relokasi yang dinilai tidak layak dan berpotensi merugikan mata pencaharian mereka.
Dalam sidaknya, Poltikus dari Partai Gerindra tersebut, Hendry menemukan bahwa tempat relokasi yang disediakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur bagi sekitar 80an pedagang kaki lima tersebut jauh dari harapan.
Baca Lainnya :
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
- Peringati Hari Aids Sedunia, Puskesmas Sukaluyu Gelar pemeriksaan Triple E untuk Ibu Hamil
- Tukang Kebun Meninggal Tersengat Listrik
- Polres Cianjur Ringkus Pengedar Obat Terlarang
- Resmi, Forum Komunikasi Komite Sekolah Cianjur Gelar Deklarasi
Ia menilai lokasi relokasi tidak strategis dan kurang representatif untuk kegiatan berjualan, sehingga dikhawatirkan akan menurunkan omzet penjualan para pedagang secara signifikan.
"Relokasi ini tidak menyelesaikan masalah. Tempat yang disediakan ini jauh dari kata layak untuk berjualan. Bagaimana pedagang bisa mencari nafkah kalau tempatnya sepi dan tidak menarik bagi pembeli?" ujar Hendry Juanda di lokasi relokasi, Jumat 18 April.
Lebih lanjut, Hendrik mengungkapkan bahwa aspirasi dari para PKL menyebutkan bahwa tempat relokasi saat ini lebih pantas digunakan sebagai tempat penyimpanan gerobak dagangan, bukan sebagai lokasi berjualan yang produktif.
Ia pun berjanji akan menindaklanjuti keluhan ini dengan menyampaikan langsung kepada Bupati Cianjur, dr. Wahyu Ferdian.
"Saya menerima aspirasi dari para pedagang dan akan segera menyampaikan hal ini kepada Bapak Bupati. Kita harus mencari solusi yang adil dan tidak merugikan para PKL, karena mereka juga bagian dari masyarakat Cianjur yang perlu diperhatikan," tegas Hendry.
Diharapkan, dengan adanya sidak dan perhatian dari DPRD Cianjur ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menyediakan tempat relokasi yang lebih layak dan strategis bagi para pedagang kaki lima di kawasan Cipanas. (dens).











