- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Pemda Cianjur Belum Membantu Para Korban Terdampak Pergerakan Tanah dan Longsor di Takokak

Keterangan Gambar : Salah seorang warga yang rumahnya terdampak pergeseran tanah di Desa Waringinsari, Takokak, Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Sudah hampir tujuh bulan lamanya warga Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, hidup dalam ketidakpastian pascabencana pergerakan tanah dan longsor yang meluluhlantakkan wilayah mereka.
Meskipun aktivitas warga perlahan mulai pulih, harapan akan relokasi yang dijanjikan pemerintah daerah tak kunjung menemui titik terang.
Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharram Abdurahman, mengungkapkan bahwa mayoritas warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat masih harus bergantung pada kebaikan sanak saudara, anak, maupun tetangga.
Baca Lainnya :
- Penipu Berkedok Paket Kurban Dijebloskan ke Penjara
- Logistik Pemilihan Mulai Besok Didistribusikan KPU
- Warga Karangnunggal Cibeber Keluhkan Pemotongan Bantuan Rutilahu, Lalu Ini Jelas Kades
- Tebing Hutan Ciuja Naringgul Diterjang Longsor, Jalan Bandung-Cianjur Terganggu
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
Kondisi ini telah berlangsung sejak bencana terjadi tanpa adanya perbaikan signifikan pada rumah mereka, lantaran warga masih menunggu kepastian rencana relokasi dari pemerintah.
"Alhamdulillah warga sudah sedikit tenang, tapi mereka masih menunggu kepastian soal relokasi, terutama yang rumahnya rusak berat. Sudah hampir tujuh bulan mereka menumpang, dan itu tentu tidak ideal untuk jangka panjang," ujar Nadir kepada awak media, Minggu 4 Mei 2025.
Menurut Nadir, ketidakpastian ini menempatkan warga dalam dilema. Mereka enggan memperbaiki rumah mereka yang rusak parah karena khawatir akan adanya relokasi. Namun, jika relokasi batal, mereka harus membangun kembali hunian mereka dari awal dengan sumber daya sendiri.
"Yang penting mereka bisa tinggal di rumah yang layak. Tapi belum ada yang diperbaiki karena semua masih menunggu. Bahkan yang ingin menjual tanah untuk membeli lahan baru juga bingung, karena belum ada kepastian apakah tanah itu akan dibeli atau tidak," tambah Nadir.
Informasi terakhir yang diterima pemerintah desa dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyebutkan bahwa realisasi relokasi diharapkan dapat dimulai pada bulan Juli 2025. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan.
Di tengah penantian yang tak pasti, semangat gotong royong warga Waringinsari patut diacungi jempol. Memasuki musim tanam padi, warga secara swadaya memperbaiki saluran irigasi yang rusak akibat bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian mereka.
"Air sudah mulai mengalir karena saluran irigasi diperbaiki mandiri oleh masyarakat. Tapi kami berharap pemerintah bisa membangun kembali irigasi ini secara permanen, bukan hanya sementara," tutup Nadir. (dens).











