- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
Pemda Cianjur Belum Membantu Para Korban Terdampak Pergerakan Tanah dan Longsor di Takokak

Keterangan Gambar : Salah seorang warga yang rumahnya terdampak pergeseran tanah di Desa Waringinsari, Takokak, Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Sudah hampir tujuh bulan lamanya warga Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, hidup dalam ketidakpastian pascabencana pergerakan tanah dan longsor yang meluluhlantakkan wilayah mereka.
Meskipun aktivitas warga perlahan mulai pulih, harapan akan relokasi yang dijanjikan pemerintah daerah tak kunjung menemui titik terang.
Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharram Abdurahman, mengungkapkan bahwa mayoritas warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat masih harus bergantung pada kebaikan sanak saudara, anak, maupun tetangga.
Baca Lainnya :
- Penipu Berkedok Paket Kurban Dijebloskan ke Penjara
- Logistik Pemilihan Mulai Besok Didistribusikan KPU
- Warga Karangnunggal Cibeber Keluhkan Pemotongan Bantuan Rutilahu, Lalu Ini Jelas Kades
- Tebing Hutan Ciuja Naringgul Diterjang Longsor, Jalan Bandung-Cianjur Terganggu
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
Kondisi ini telah berlangsung sejak bencana terjadi tanpa adanya perbaikan signifikan pada rumah mereka, lantaran warga masih menunggu kepastian rencana relokasi dari pemerintah.
"Alhamdulillah warga sudah sedikit tenang, tapi mereka masih menunggu kepastian soal relokasi, terutama yang rumahnya rusak berat. Sudah hampir tujuh bulan mereka menumpang, dan itu tentu tidak ideal untuk jangka panjang," ujar Nadir kepada awak media, Minggu 4 Mei 2025.
Menurut Nadir, ketidakpastian ini menempatkan warga dalam dilema. Mereka enggan memperbaiki rumah mereka yang rusak parah karena khawatir akan adanya relokasi. Namun, jika relokasi batal, mereka harus membangun kembali hunian mereka dari awal dengan sumber daya sendiri.
"Yang penting mereka bisa tinggal di rumah yang layak. Tapi belum ada yang diperbaiki karena semua masih menunggu. Bahkan yang ingin menjual tanah untuk membeli lahan baru juga bingung, karena belum ada kepastian apakah tanah itu akan dibeli atau tidak," tambah Nadir.
Informasi terakhir yang diterima pemerintah desa dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyebutkan bahwa realisasi relokasi diharapkan dapat dimulai pada bulan Juli 2025. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan.
Di tengah penantian yang tak pasti, semangat gotong royong warga Waringinsari patut diacungi jempol. Memasuki musim tanam padi, warga secara swadaya memperbaiki saluran irigasi yang rusak akibat bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian mereka.
"Air sudah mulai mengalir karena saluran irigasi diperbaiki mandiri oleh masyarakat. Tapi kami berharap pemerintah bisa membangun kembali irigasi ini secara permanen, bukan hanya sementara," tutup Nadir. (dens).











