- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Meski Bangunan Rusak Siswa SD Jatisari Sindangbarang Tetap Semangat Ikuti ASAJ

Keterangan Gambar : Tampak para murid SD Jatisari, Sindangbarang, Cianjur Selatan, sedang mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ). Foto Gusti Wilantara.
Pinusnews.id - Nilai juang dan semangat belajar di SD Jatisari, Kecamatan Sindangbarang, layak mendapat apresiasi. Pada hari pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ), puluhan siswa tetap hadir dan mengikuti ujian penentu akhir jenjang pendidikan dasar itu meski kondisi fisik sekolah jauh dari kata ideal. Keterbatasan fasilitas dan kondisi bangunan yang retak akibat pergerakan tanah tidak memadamkan antusiasme mereka untuk belajar dan menunjukkan kemampuan.
Suasana di dalam kelas menampakkan realitas yang kontras: dinding yang retak menjadi latar bagi lembar jawaban yang diselesaikan dengan penuh fokus. Meski lingkungan belajar berada di bawah tekanan kondisi bangunan yang memprihatinkan, anak-anak tampak tekun mengerjakan soal demi menyelesaikan jenjang pendidikan dasar. Sikap tersebut mencerminkan keteguhan para murid dan keluarga yang masih menempatkan pendidikan sebagai prioritas.
Kepala SD Jatisari, Dani Umbara, menyampaikan bahwa pelaksanaan ASAJ tetap berjalan lancar meski kondisi sekolah cukup memprihatinkan. “Walaupun kondisi sekolah mengalami kerusakan, anak-anak kami tetap semangat mengikuti ASAJ. Kami berharap ke depan ada perbaikan agar kegiatan belajar mengajar bisa lebih nyaman dan aman,” ujarnya pada Selasa 19 Mei 2026.
Baca Lainnya :
- PT. SAC Bantu Pemerintah dalam Program Usaha Petani Porang di Cianjur
- 60 Pasien ODGJ Yayasan Rumah Pulih Jiwa Telah Sembuh, Tapi Pemda Cianjur Tutup Mata
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Mobil Angkutan Umum Tertimpa Pohon, 2 Sopir Dilarikan ke Rumah SakitÂ
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
Pernyataan itu menegaskan komitmen sekolah untuk menyelenggarakan proses asesmen akhir jenjang meski sarana terbatas.
Menurut Dani, kerusakan pada sejumlah ruang kelas sudah cukup mengkhawatirkan. Retakan akibat pergerakan tanah membuat kegiatan belajar mengajar selama ini berlangsung dengan penuh keterbatasan. Kondisi tersebut bukan sekadar soal estetika, tetapi menyangkut keselamatan dan kenyamanan siswa yang seharusnya menjadi prioritas dalam penyelenggaraan pendidikan dasar.
Meski menghadapi tantangan fisik, pihak sekolah terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Guru dan staf melakukan berbagai langkah agar siswa tetap termotivasi dan dapat mengikuti asesmen dengan optimal. Upaya ini termasuk memberi motivasi kepada siswa dan menata kembali ruang yang masih dapat dimanfaatkan, sehingga proses ujian dapat berlangsung tanpa gangguan berarti.
“Kami terus memberikan motivasi kepada siswa agar tetap fokus menghadapi asesmen. Di tengah keterbatasan sarana, semangat belajar para siswa menjadi bukti bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama bagi masyarakat,” jelas Dani.
Ungkapan itu menggambarkan keyakinan sekolah bahwa motivasi dan dukungan komunitas berperan besar dalam mempertahankan kualitas belajar, walaupum infrastruktur tidak ideal.
Harapan terbesar kini tertuju pada perhatian pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan renovasi bangunan sekolah. Dani berharap perbaikan segera terlaksana demi menunjang kenyamanan dan keselamatan anak-anak saat belajar. Perbaikan tersebut bukan hanya soal memperbaiki fisik gedung, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan dan kesejahteraan generasi muda di Desa Jatisari. (tim-dens).











