- Pengadilan Negeri Cianjur Gandeng Yayasan SLB Bina Asih Wujudkan Layanan Ramah Disabilitas
- Sinergi Polri-TNI-Pemda: Gerakan Pangan Murah Cegah Lonjakan Harga di Cianjur Saat Ramadan.
- Kolaborasi Strategis: Bupati Cianjur Dukung Sensus Ekonomi 2026 untuk Pembangunan Berkelanjutan
- Imbauan Suferi Faizal: Partisipasi UMKM Cianjur Kunci Sukses Sensus Ekonomi 2026
- Di Bulan Suci Ramadan: Kadis Disdikpora Dampingi Bupati Cianjur Laksanakan Tarawih Keliling
- Dinkes Cianjur Pimpin Partisipasi Aktif Sensus Ekonomi Bidang Kesehatan 2026
- Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif di Cianjur Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim
- Neuleuman Poekna Peuting: Silaturahmi Pemerintah dan Masyarakat Cianjur Saat Ramadan
- Ramadan 2026: Empati dan Semangat Berbagi Takjil Dirtek Perumdam Tirta Mukti Cianjur
- Bedah Buku Pengayaan Pra Sekolah Berbasis Al-Quran dan As-Sunnah di PKBM Al Bayaan Cianjur
Membangun Prestasi Olahraga Cianjur: Visi Bupati untuk KONI Menuju Peringkat 15 Besar Jabar

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur, Jawa Barat, Mohammad Wahyu Ferdian.
Pinusnews.id - Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Cianjur yang digelar pada Jumat, 27 Februari 2026 di Bale Praja Pendopo Cianjur, menjadi momen krusial bagi dunia olahraga di Kabupaten Cianjur. Bupati Cianjur, Muhammad Wahyu Ferdian, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah strategis untuk merumuskan program pembinaan atlet jangka panjang. Penegasan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan olahraga sebagai pilar pembangunan manusia unggul di Tatar Santri.
Sebagai orang nomor satu di daerah tersebut, Wahyu meminta seluruh jajaran KONI untuk menyusun langkah-langkah yang terukur dan berorientasi hasil nyata. Ia menekankan bahwa kinerja KONI tahun 2026 dan ke depannya harus difokuskan pada output prestasi yang bisa diukur, seperti peningkatan medali dan peringkat kompetitif. "Kami harapkan hasil rakercab ini melahirkan rumusan dan program terbaik untuk dunia olahraga di Kabupaten Cianjur," ujarnya usai acara, menandakan harapan tinggi terhadap transformasi organisasi kepemudaan dan olahraga ini.
Posisi Cianjur yang saat ini berada di peringkat 26 tingkat Jawa Barat menjadi titik awal penegasan bupati. Ia mengakui tantangan tersebut, tapi tetap optimis dengan target peningkatan bertahap ke 15 besar. Penegasan ini tepat karena realistis yakni bukan lompatan instan, melainkan melalui perencanaan matang yang mempertimbangkan sumber daya lokal, seperti fasilitas dan talenta muda.
Baca Lainnya :
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
Untuk mewujudkan target tersebut, bupati menyoroti perlunya inovasi dalam pembinaan atlet dan pelatih. Kinerja KONI 2026 ke depan harus menekankan penguatan kualitas SDM olahraga, termasuk pelatihan berbasis teknologi dan scouting talenta dini. Ini bukan hanya penambahan anggaran, tapi perubahan paradigma dari pembinaan konvensional ke yang adaptif terhadap tren olahraga nasional.
Sinergi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur menjadi penegasan kunci lainnya. Program pengembangan olahraga yang diprioritaskan dinas ini akan menjadi stimulus utama, mencakup bantuan fasilitas, nutrisi atlet, dan kompetisi rutin. Bupati Wahyu menegaskan bahwa ini harus menjadi pondasi kinerja KONI Cianjur, memastikan program terintegrasi antarinstansi untuk hasil maksimal di 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
Penegasan bupati juga mencakup motivasi holistik bagi atlet, pelatih, dan ofisial. Ia berharap Rakerkab ini menjadi pemicu semangat, di mana setiap elemen olahraga merasa didukung penuh oleh pemerintah. Langkah terukur seperti monitoring bulanan prestasi dan evaluasi program tahunan akan memastikan akuntabilitas KONI.
Visi bupati ini menggarisbawahi bahwa kinerja KONI Cianjur 2026 ke depan adalah tanggung jawab bersama. Dengan target peringkat 15 besar Jabar sebagai tonggak, Cianjur berpotensi menjadi kekuatan olahraga baru di Jawa Barat, asal inovasi dan sinergi dijalankan konsisten. (dens).











