Lonjakan Sampah Saat Lebaran: Ujian Kesadaran Lingkungan Masyarakat Cianjur

25 Mar 2026, 08:35:49 WIB PERISTIWA
Lonjakan Sampah Saat Lebaran: Ujian Kesadaran Lingkungan Masyarakat Cianjur

Keterangan Gambar : Salah satu lokasi timbunan sampah yang diangkut petugas DLH Cianjur.


Pinusnews.id - Momentum Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, silaturahmi, dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Namun di balik suasana perayaan tersebut, muncul persoalan klasik yang terus berulang setiap tahun, yakni meningkatnya volume sampah. Di Kabupaten Cianjur, fenomena ini kembali terjadi pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Terkait hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur mencatat bahwa selama periode H-1 hingga H+2 Lebaran, yakni 20 hingga 23 Maret 2026, total sampah yang berhasil diangkut mencapai 1.725 ton. Angka ini menunjukkan adanya lonjakan signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Kepala DLH Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengungkapkan bahwa selama libur Lebaran terjadi peningkatan volume sampah hingga 25 persen atau sekitar 75 ton per hari. “H-1 sampai H+2 ada peningkatan 25 persen, kalau sekarang sudah normal kembali di 300 ton,” ujarnya.

Baca Lainnya :

Lonjakan ini terutama terjadi di wilayah dengan aktivitas tinggi seperti Cianjur kota, Cipanas, dan Ciranjang. Kawasan-kawasan tersebut menjadi pusat keramaian, baik karena mobilitas warga lokal maupun kedatangan pemudik, sehingga berdampak langsung pada peningkatan timbulan sampah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, DLH Kabupaten Cianjur mengerahkan sekitar 300 personel kebersihan serta puluhan armada pengangkut sampah. Para petugas dibagi ke dalam dua shift kerja, siang dan malam, guna memastikan sampah dapat tertangani secara optimal.

“Bagian siang 100 orang dan malam 200 orang. Armada untuk siang 20 unit, dan malam 23 armada,” jelas Komarudin.

Selain itu, frekuensi pengangkutan sampah juga ditingkatkan. Jika pada hari normal pengangkutan dilakukan sebanyak tiga kali sehari, selama periode Lebaran ditambah menjadi empat kali sehari. 


“Bertambah satu rit, menjadi empat rit. Normalnya tiga rit,” tambahnya.

Meski upaya penanganan telah dilakukan secara maksimal oleh pemerintah daerah, persoalan sampah sejatinya tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Cianjur terus mendorong agar warga semakin disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya. 

Masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai atau area yang berpotensi mencemari lingkungan. Kebiasaan kecil ini memiliki dampak besar terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan bersama.

Dengan meningkatnya kesadaran kolektif, diharapkan perayaan hari besar keagamaan tidak lagi identik dengan lonjakan sampah yang merusak lingkungan, melainkan menjadi momen yang tetap bersih, nyaman, dan berkelanjutan bagi semua. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment