- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
Lintasi Asia-Afrika, Kota Bandung Punya Jalur Sepeda Terpanjang Sedunia

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, Kota Bandung memiliki jalur sepeda terpanjang di dunia. Hal ini disampaikan dalam rangka peringatan Hari Sepeda Sedunia 2025 yang digelar Balaikota, Selasa (3/6/2025).
"Jalur sepeda di Jalan Asia Afrika merupakan jalur terpanjang sedunia, karena secara melintasi dua benua: Asia dan Afrika," ujar Farhan di sela kegiatan dan disambut hangat para audiens yang hadir.
"Dan Sungai Cikapundung mengalir di kawasan tersebut, dan ini menjadi simbol penghubung lintas benua yang unik," katanya menambahkan.
Baca Lainnya :
- Rustiman KPU Cianjur : 99 Persen Masyarakat Tahu 9 Desember Ada Apa?
- Perlu Perhatian Serius, Tebing Pasir Cilumping di Cibeber Rawan LongsorÂ
- Ikrar Bersama, Forkopimcam Mande Deklarasi Pilkada Aman Damai
- Kapolda Jabar Bersama Pangdam III/Siliwangi Berkunjung ke Cianjur, Ada Apa?
- Petugas Perekaman Disdukcapil Cianjur Terjun ke Kecamatan dan Desa
Lebih dari 600 pesepeda turut ambil bagian dalam acara ini. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi, termasuk konvoi santai dari Pendopo ke Balai Kota Bandung, edukasi keselamatan berkendara, hingga aksi simbolis pengecatan marka jalur sepeda di kawasan Jalan Asia Afrika.
Farhan mengingatkan pentingnya budaya bersepeda di perkotaan, terutama di Bandung yang memiliki keterbatasan ruang.
"Bandung ini kota yang sempit. Tapi bukan alasan untuk tidak membuka ruang bagi pesepeda. Justru lewat kegiatan ini, kita edukasi publik bahwa jalanan adalah ruang bersama," ujarnya.
Ia juga menyoroti peran pesepeda sebagai pengguna jalan yang kritis. Pesepeda lebih sensitif terhadap kondisi jalan, sehingga bisa menjadi pendorong percepatan perbaikan infrastruktur.
"Kalau jalannya rusak, pesepeda akan tahu duluan. Itu menjadi masukan bagi kami di pemerintah untuk mempercepat perbaikan," ucapnya.
Terkait ajakan untuk mulai bersepeda, kata Farhan, sebaiknya dimulai sejak usia sekolah. Dengan begitu, seseorang akan mulai gemar bersepeda.
"Kalau anak-anak sudah gemar bersepeda dari kecil, itu akan terbawa sampai dewasa. Nanti mereka bisa atur sendiri, kapan pakai sepeda, kapan naik kendaraan bermotor," ujarnya.
Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk terus mendukung gerakan bersepeda ini. Farhan bahkan berjanji bahwa Pendopo dan Balai Kota Bandung akan selalu terbuka bagi komunitas pesepeda setiap peringatan Hari Sepeda Sedunia lima tahun ke depan.
“Kalau perlu, undang saja komunitas pesepeda sedunia ke sini. Bandung siap jadi tuan rumah,” pungkasnya. (rka-dens).











