- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
- Nelayan Pantai Jayanti Kembali Melaut, Satpolairud Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
- Presiden Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat Kesiapan Hadapi Kemarau dan El Nino
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
- Nelayan Pantai Jayanti Kembali Melaut, Satpolairud Ingatkan Utamakan Keselamatan
- Gandeng KPK, Pemprov Jabar Bentengi Pejabat dan Keluarga dari Praktik Korupsi
Lahan Sawah Cianjur Menyusut 720 Hektare dalam 8 Tahun, Dinas Pertanian Antisipasi Konversi

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahmad Danial.
Pinusnews.id - Keberadaan luas lahan sawah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyusut ratusan hektare selama kurun waktu 2017 hingga 2025 akibat sejumlah faktor yang terjadi di lapangan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, Ahmad Danial, mengungkapkan bahwa total luas lahan pertanian, khususnya sawah, mencapai sekitar 66.800 hektare pada 2017.
Kini, luas tersebut berkurang menjadi sekitar 66.080 hektare, atau menyusut sebanyak 720 hektare.
Baca Lainnya :
- Awas Hati-Hati, Ada Oknum Satpol PP Cianjur Lakukan Penipuan
- Kontes Burung Bergengsi di Pendopo Tumaritis Cianjur
- Dishub Cianjur Pasang CCTV di 8 Titik, 24 Jam Pantau Lalu-Lintas
- Geger, di Sebuah Kosan seorang Pria Meninggal, yang Wanita Kritis
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
"Karena memang ada kebutuhan masyarakat, laju pertumbuhan penduduk tinggi, serta maraknya pembangunan perumahan. Tinggal 66.080 hektare dari tahun 2017 sampai sekarang, yang memang cukup signifikan," katanya usai rapat evaluasi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (16/12/2025).
"Kalau untuk industri sepertinya sudah tidak ada lagi sekarang, karena perubahan tata ruang harus disetujui Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Kementerian Pertanian," terang Danial.
Untuk mengantisipasi penyusutan lahan sawah yang terus berlanjut, DTPHPKP Kabupaten Cianjur aktif mendorong program revitalisasi lahan kritis, sosialisasi perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, serta kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam pengawasan konversi lahan.
Langkah ini termasuk kampanye edukasi masyarakat agar prioritas pangan tetap terjaga di tengah tekanan urbanisasi. (dens).











