- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Lagi, Program MBG di Cianjur Membuat Malapetaka, 30 Siswa SDN Taruna Bakti Keracunan

Keterangan Gambar : Salah satu korban keracunan setelah makan makanan dari Program MBG. (foto istimewa).
Pinusnews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur kembali tercoreng. Sebanyak 30 siswa SD Negeri Taruna Bakti, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, tumbang setelah menyantap menu MBG, pada Kamis (25/9/2025) kemarin.
Gejala keracunan massal pun membuat suasana sekolah berubah panik.
Diketahui, korban kebanyakan adalah siswa kelas 4 dan 5, bahkan seorang guru kelas 1 ikut merasakan gejala serupa. Kepala SDN Taruna Bakti, Nani Hertiani, menyebut satu siswa harus dirujuk ke Puskesmas Cugenang, sementara 29 lainnya menjalani perawatan di rumah masing-masing dengan pengawasan tenaga medis.
Baca Lainnya :
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
“Paling banyak itu kelas 4 dan 5, tapi ada juga kelas 1 yang sakit perut. Guru kelas 1 pun muntah-muntah setelah mencicipi makanan,” ujar Nani.
Gejala yang dialami siswa mulai dari mual, muntah, sakit perut, hingga pusing. Guru kelas 1, Yayu Wahyuni, bahkan mengaku langsung menghentikan siswanya makan setelah mencicipi makanan yang terasa aneh.
“Rasanya pahit, bau, tidak enak. Saya larang anak-anak makan, tapi sebagian sudah terlanjur. Saya sendiri muntah dan sampai sekarang masih pusing,” ungkapnya.
Menu MBG saat itu terdiri dari kentang goreng, tempe, ayam suwir, dan buncis. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, dugaan kuat keracunan bersumber dari tempe yang sudah tidak layak konsumsi.
“Tempenya bau, pahit, dan agak menghitam,” tambah Nani.
Tragisnya, kasus ini bukan pertama kali terjadi. Dalam sebuah dari catatan pemberitaan, ternyata sudah tujuh kali kasus keracunan massal akibat MBG terjadi di Kabupaten Cianjur, dengan total 166 korban dari tingkat SD hingga SMA. (tim dens).











