- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
Ketika Kebenaran Diungkap, Fitnah Justru Menyambut
Oleh: Torik Imanurdin Anggota ICMI ORDA Cianjur
.jpg)
Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Pinusnews.id - Di tengah iklim politik yang kerap lebih sibuk merawat citra daripada membongkar fakta, langkah berani pemerintahan Prabowo Subianto dalam mengungkap praktik korupsi justru memunculkan paradoks: kebenaran yang dibuka dianggap sebagai cacat, bukan sebagai keberanian.
Publik terlanjur menilai bahwa kasus-kasus korupsi bernilai triliunan rupiah yang kini mencuat adalah hasil dari pemerintahan Prabowo. Padahal, fakta menunjukkan bahwa sebagian besar kasus tersebut merupakan warisan masa lalu—praktik busuk yang telah lama mengendap dalam sistem, namun baru kini berani dibongkar.
Prabowo tidak sedang menciptakan skandal. Ia sedang membersihkan luka lama yang selama ini ditutupi oleh generasi kekuasaan sebelumnya. Dan membersihkan itu tidak pernah tampak indah di awal. Debu yang beterbangan, bau yang menyengat, dan resistensi dari mereka yang selama ini nyaman dalam gelap—semua itu adalah konsekuensi dari keberanian.
Baca Lainnya :
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
Sebagai anggota ICMI Orda Cianjur, saya melihat ini bukan sekadar soal politik, tetapi soal integritas kenegaraan. Pemerintahan yang berani mengungkap korupsi pejabat negara dan aktor swasta, dengan nilai kerugian yang mencengangkan, adalah pemerintahan yang sedang berkhidmat. Bukan untuk pujian, bukan untuk popularitas, tetapi untuk rakyat.
Kita harus berhenti menilai pemimpin dari jumlah kasus korupsi yang terbongkar di masanya. Karena jika logika itu diteruskan, maka pemimpin yang diam akan tampak bersih, dan pemimpin yang bergerak akan tampak kotor. Padahal, diam adalah bentuk lain dari pengkhianatan, dan bergerak adalah wujud keberpihakan.
Prabowo telah memilih jalan yang tidak populer: membongkar, bukan menutup-nutupi. Dan jalan itu, meski penuh duri, adalah jalan yang benar. Maka tugas kita sebagai masyarakat madani adalah meluruskan narasi. Bahwa keberanian bukanlah kelemahan, dan transparansi bukanlah dosa.
Jika bangsa ini ingin sembuh dari luka korupsi, maka kita harus mulai dari kejujuran dalam membaca realitas. Bukan dari fitnah yang dibungkus opini, bukan dari asumsi yang dibungkus emosi. Tapi dari keberanian untuk berkata:
"Yang salah adalah masa lalu, dan yang benar adalah mereka yang berani mengungkapnya.”











