Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS

26 Agu 2026, 09:51:50 WIB Jawa Barat
Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, daat membuka Pelatihan BCKS Provinsi Jawa Barat di BBGTK, Kota Bandung.


Pinusnews.id - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) harus berujung pada perubahan nyata di sekolah. Ia mengingatkan peserta agar tidak sekadar mengikuti materi lalu kembali ke sekolah seperti biasa, melainkan membawa proyek perubahan yang bisa dilihat dan dirasakan oleh siswa, guru, serta warga sekolah lainnya.

Menurut Purwanto, kepala sekolah punya peran penting sebagai jembatan antara kebijakan pendidikan provinsi dan praktik di satuan pendidikan. "Pengetahuan jadi pengalaman, pengalaman jadi kesadaran, kesadaran jadi aksi," ujarnya saat membuka Pelatihan BCKS Provinsi Jawa Barat di BBGTK, Kota Bandung, Jumat (21/8/2026).

Pelatihan itu sendiri diikuti oleh 416 kepala sekolah dari berbagai jenjang: TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB. Peserta dari jenjang SMA, SMK, dan SLB merupakan kepala sekolah yang sebelumnya sudah diangkat oleh Gubernur Jabar, sehingga pelatihan ini berfungsi sebagai penguatan kapasitas bagi mereka yang sudah aktif menjalankan tugas.

Baca Lainnya :

Purwanto mendorong kepala sekolah untuk memadukan pengalaman memimpin yang sudah dimiliki dengan pengetahuan dan keterampilan baru dari pelatihan. Ia memberi gambaran sederhana selama memimpin harus terlihat perubahan di sekolah. "Jangan sampai sekolah sekarang masih sama seperti ketika kita dulu bersekolah," kata Purwanto.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa tugas kepala sekolah tidak boleh berhenti pada urusan administratif. Kepala sekolah perlu aktif memantau dan memahami proses pembelajaran, bagaimana guru mengajar, dan bagaimana murid memperoleh pengalaman belajar sehari-hari.

"Guru-guru belajarnya seperti apa, proses pembelajarannya berjalan atau tidak. Kepala sekolah harus menguasai betul bagaimana pembelajaran itu berjalan," tuturnya.

Lingkungan sekolah juga mendapat sorotan khusus dari Kadisdik. Ia mengajak agar kebersihan, halaman, kantin, fasilitas, dan kebiasaan harian siswa dijadikan bagian dari proses pendidikan. Dengan kata lain, lingkungan yang terlihat oleh anak-anak harus menjadi bagian dari kurikulum yang menstimulasi nilai-nilai positif setiap hari. 

"Jadikan semua lingkungan satuan pendidikan yang terlihat oleh anak-anak itu menjadi kurikulum," ujarnya.

Bagian dari perhatian itu adalah kantin sekolah: Purwanto meminta agar makanan dan minuman yang tersedia dikurasi sehingga selama hari belajar, siswa mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. 

"Minimal selama pembelajaran di sekolah, selama lima hari itu, anak-anak makan dan minumannya sehat," katanya, menegaskan pentingnya dukungan lingkungan terhadap pola hidup sehat siswa.

Salah satu peserta, Kepala SMA Negeri 1 Kadupandak, Aman Suratman, menyatakan pelatihan memberi kesempatan memperkuat kapasitasnya setelah kurang lebih 10 bulan menjadi kepala sekolah. Ia berharap bekal pengetahuan dan keterampilan dari BCKS bisa membantu menyelesaikan persoalan di lapangan dan mendorong transformasi nyata di sekolah yang dipimpinnya.

"Tentu ada harapan dan semangat yang lebih besar setelah menyelesaikan pelatihan ini untuk melakukan transformasi dan perubahan-perubahan di sekolah yang saya pimpin," ujarnya.

Purwanto juga kembali mengingatkan supaya pelatihan tidak berhenti pada sertifikat atau dokumentasi, melainkan berlanjut menjadi proyek perubahan yang nyata. 

"Jangan hanya ikut pelatihan, pulang ke sekolah, kemudian biasa-biasa saja," tegasnya, berharap BCKS benar-benar mencapai tujuan kementerian dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan sekolah. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment