- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
Kepala Dinas Kesehatan Cianjur: Sebagian Kasus Kematian Dapat Dicegah dengan Deteksi Dini

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan amanah dari pemerintah untuk mendorong masyarakat melakukan deteksi dini berbagai penyakit dalam peningkatan potensi kesembuhan kasus kematian di Indonesia.
Sebagian kasus kematian yang dapat dicegah dengan deteksi dini, pemerintah telah meluncurkan program CKG, sebagai bentuk apresiasi pemerintah bagi seluruh rakyat Indonesia.
Berkaitan dengan CKG, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal mengatakan, tujuan utama CKG adalah meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya kesehatan.
Baca Lainnya :
- Heboh, Ada Mayat Lelaki Tanpa Identitas Tergeletak di Sungai Cigombong
- Buruh Cianjur Kecewa, Hasil Audensi tak Menemukan Titik Temu
- UMK 2021 Tak Naik, Ribuan Buruh di Cianjur Unjuk Rasa
- Sebanyak 7.978 Personel Pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Jabar
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
"Maka dengan CKG ini kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Cianjur, untuk memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis ini," kata Yusman Faisal di Cianjur, Selasa 25 Februari 2025.
Yusman Faisal menambahkan, program CKG dapat diikuti oleh semua warga masyarakat Indonesia yaitu dari sejak bayi lahir hingga sampai lanjut usia.
Misalnya saja skrining bayi baru lahir deteksi terhadap kondisi seperti kekurangan Horman tiroid bawaan, kekurangan enzim pelindung sel darah merah, kekurangan hormon adrenalin bawaan, penyakit jantung bawaan kritis, dan kelainan saluran empedu pertumbuhan (berat badan-tinggi badan).
Kemudian untuk skrining balita dan anak pra sekolah pemeriksaan terhadap pertumbuhan perkembangan serta deteksi dini, antara lain tuberkulosis, talasemia (pemeriksaan darah pada usia 2 tahun saja), gula darah (pemeriksaan darah pada usia 2 tahun saja), telinga, mata, dan gigi.
Adapun deteksi dini untuk tingkatan usia ke atasnya hingga sampai usia lanjut, dapat mengkonfirmasinya kepada petugas di Puskesmas yang menangani program CKG atau deteksi dini tersebut. (dens).











