- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
Kepala BPBD Cianjur: Puluhan Tempat Wisata Belum Pasang Rambu-rambu Kebencanaan

Keterangan Gambar : Salah satu rambu kewaspadaan bencana yang terpasang di sebuah lokasi di Cianjur.
Pinusnews.id - Puluhan pengelola wisata di Kabupaten Cianjur belum memprioritaskan pemasangan rambu-rambu kewaspadaan bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya mengatakan, tempat wisata wajib memasang rambu-rambu kewaspadaan bencana. Dia mengakui, hingga kini belum 100 persen tempat wisata di Cianjur telah dipasang peringatan bencana itu.
"Tempat-tempat wisata yang dimiliki swasta itu harusnya memasang sendiri rambu-rambu kebencanaan. Untuk yang dikelola pemerintah kami yang pasang," kata Asep, Senin 17 Februari 2025.
Baca Lainnya :
- Sebanyak 7.978 Personel Pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Jabar
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
- Atas Nama KPU Cianjur, PPS Desa Tanjungsari Lantik Anggota KPPS
- Ada Apa? LSM Gagak Unras Kemenag Cianjur
- Aktivis Migran Jabar Sambangi Rumah Pekerja Migran yang Dibuang Majikan dan Mengalami Lumpuh
Pihak pengelola tempat wisata pun bisa meminta bantuan kepada BPBD Cianjur, terkait teknis pemasangan rambu-rambu kewaspadaan bencana, termasuk kajian menentukan jalur evakuasi.
"Kalau mau koordinasi menentukan jalur evakuasi dan titik kumpulnya kami bisa," ujarnya.
Asep menyebutkan, pemasangan rambu-rambu kewaspadaan bencana sangat penting dan harus di pasang di tempat wisata, lantaran menjadi petunjuk jalur evakuasi bagi para wisatawan saat terjadinya bencana.
"Sewaktu-waktu terjadi bencana di tempat wisata, para wisatawan tidak bingung untuk menyelamatkan diri atau mengevakuasi, karena sudah ada rambu-rambu tersebut," tegasnya Kepala BPBD Kabupaten Cianjur. (dens).











