- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
Kepala BPBD Cianjur: Puluhan Tempat Wisata Belum Pasang Rambu-rambu Kebencanaan

Keterangan Gambar : Salah satu rambu kewaspadaan bencana yang terpasang di sebuah lokasi di Cianjur.
Pinusnews.id - Puluhan pengelola wisata di Kabupaten Cianjur belum memprioritaskan pemasangan rambu-rambu kewaspadaan bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya mengatakan, tempat wisata wajib memasang rambu-rambu kewaspadaan bencana. Dia mengakui, hingga kini belum 100 persen tempat wisata di Cianjur telah dipasang peringatan bencana itu.
"Tempat-tempat wisata yang dimiliki swasta itu harusnya memasang sendiri rambu-rambu kebencanaan. Untuk yang dikelola pemerintah kami yang pasang," kata Asep, Senin 17 Februari 2025.
Baca Lainnya :
- Sebanyak 7.978 Personel Pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Jabar
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
- Atas Nama KPU Cianjur, PPS Desa Tanjungsari Lantik Anggota KPPS
- Ada Apa? LSM Gagak Unras Kemenag Cianjur
- Aktivis Migran Jabar Sambangi Rumah Pekerja Migran yang Dibuang Majikan dan Mengalami Lumpuh
Pihak pengelola tempat wisata pun bisa meminta bantuan kepada BPBD Cianjur, terkait teknis pemasangan rambu-rambu kewaspadaan bencana, termasuk kajian menentukan jalur evakuasi.
"Kalau mau koordinasi menentukan jalur evakuasi dan titik kumpulnya kami bisa," ujarnya.
Asep menyebutkan, pemasangan rambu-rambu kewaspadaan bencana sangat penting dan harus di pasang di tempat wisata, lantaran menjadi petunjuk jalur evakuasi bagi para wisatawan saat terjadinya bencana.
"Sewaktu-waktu terjadi bencana di tempat wisata, para wisatawan tidak bingung untuk menyelamatkan diri atau mengevakuasi, karena sudah ada rambu-rambu tersebut," tegasnya Kepala BPBD Kabupaten Cianjur. (dens).











