Kemana Satgas Jam Malam Pelajar di Cianjur?

09 Jun 2025, 08:04:19 WIB Cianjur
Kemana Satgas Jam Malam Pelajar di Cianjur?

Keterangan Gambar : Tampak seorang anak tidur di teras Alfamart perempatan B Elka, yang mengaku sebagai siswa di SDN Salahuni.


Pinusnews.id - Subuh baru menyapa langit Cianjur, lampu kota masih menggantung lesu. Di salah satu sudut perempatan B Elka, di depan Alfamart yang buka 24 jam, aku melihat pemandangan yang menusuk nurani: seorang anak lelaki, usia sekolah dasar, tidur lelap di lantai dingin minimarket. Tak berselimut, tanpa bantal, hanya bersandar pada dinding dingin dan kenyataan yang lebih dingin dari itu.

Waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Sementara anak-anak lain mungkin baru saja terbangun dari mimpi hangat di rumahnya, anak ini baru saja menyelesaikan malamnya di ruang publik yang seharusnya tak jadi tempat istirahat seorang bocah.

Aku bangunkan pelan. Ia membuka mata dengan kantuk yang tak wajar, seperti lelah berhari-hari. Saat kutanya sekolahnya, ia menjawab lugu, “Saya masih sekolah di SDN Selahuni, Pak.”

Baca Lainnya :

Semalam ia keluyuran, katanya. Entah kemana. Entah siapa yang mengawasi. Entah siapa yang seharusnya peduli.

Aku hanya bisa memberinya sepotong roti dan sebotol air mineral—sumbangan kecil dari empati yang tak punya wewenang. Tapi hatiku bertanya keras: kemana Satgas Jam Malam Pelajar yang dulu digadang-gadang Pemerintah Kabupaten? Apakah mereka hanya turun saat ada kamera dan konferensi pers?

Apakah Dinsos sedang sibuk menyusun laporan tahunan? Apakah Disdikpora sedang fokus pada proyek pembangunan ruang kelas? Apakah Dinas Perlindungan Anak hanya bekerja saat ada lomba kabupaten layak anak?

Anak ini bukan sekadar statistik. Ia adalah tamparan bagi sistem yang mengklaim peduli, tapi tak hadir saat dibutuhkan. Sementara kita bicara soal revolusi pendidikan, literasi digital, dan angka partisipasi sekolah—seorang bocah SD tertidur di emperan toko tanpa satu pun tangan negara yang menyelimutinya.

Jangan salahkan dia bila nanti tumbuh liar. Salahkah sistem yang membiarkannya merasa lebih aman di minimarket daripada di rumah dan sekolah?

Jika malam adalah ancaman bagi pelajar, maka pagi ini adalah dakwaan atas kelalaian kita semua. (Torik Imanurdin).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment