- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
Kadis Dinkes Cianjur Yusman Faisal: Pemeriksaan Klinik Jangan Dipolitisasi

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur tegas membantah tudingan bahwa tindakan penyegelan terhadap Klinik Nova dan Klinik Citra Harapan Bunda (CHB) dilakukan secara selektif dan terkait dengan kontestasi Pilkada.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Yusman Faisal, menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap kedua klinik tersebut merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi rutin yang dilakukan terhadap 11 klinik kesehatan.
"Ini adalah kegiatan rutin yang kami lakukan. Bukan hanya Klinik Nova dan CHB yang kami periksa, tetapi ada sebelas klinik," tegas Yusman, Kamis (12/9/2024).
Baca Lainnya :
- Antisipasi Penyebaran Covid-19, Polsek Campaka Cianjur Semprotkan Disinfektan di Titik Rawan
- Luar Biasa! Pjs Bupati Cianjur Lepas Dua Goweser 3000 Km Cianjur-Aceh
- Pandemi Corona, Karyawan Bulog Cianjur Terapkan Prokes 3M
- Kantor Disperkimtan Tutup, Ada Apa?
- Launching Pemimpin Media Online pikirancianjur.com dengan Awak Media.
Hasil dari evaluasi tersebut menunjukkan bahwa dua klinik, yang identitasnya tidak disebutkan, harus ditutup karena tidak memenuhi persyaratan perizinan yang berlaku. Yusman menekankan bahwa tindakan penutupan ini semata-mata bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
"Jika semua klinik yang kami periksa dapat memperbaiki kekurangan dalam perizinannya, tentu kami tidak akan langsung menutupnya," tambah Yusman.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan pengawasan ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada dan tidak boleh dipolitisasi.
"Ini adalah upaya kami untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku," tandasnya.
Sebelumnya, Klinik Nova dan CHB telah menerima surat peringatan dan penyegelan dari Dinas Satpol PP Damkar Kabupaten Cianjur pada tanggal 9 September 2024. Tindakan ini dilakukan berdasarkan usulan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), yang telah melakukan pemeriksaan atas temuan Dinas Kesehatan. (dens).











