- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
Irvan Nur Fauzy: RSUD Sayang Cianjur Jamin Aman Ketersediaan Obat Pasien BPJS

Keterangan Gambar : Direktur RSUD Sayang Cianjur, Irvan Nur Fauzy.
Pinusnews.id - RSUD Sayang Cianjur menjamin aman ketersediaan obat pasien BPJS. Stoknya dipastikan memenuhi kebutuhan.
Dirut RSUD Sayang Cianjur Irvan Nur Fauzy menegaskan, pihak manajemen rumah sakit sudah melarang pembelian obat bagi pasien BPJS di lingkungan rumah sakit maupun di luar rumah sakit.
“Jadi, dari petugas depo farmasi tidak mengeluarkan statemen untuk membeli obat di luar rumah sakit,” kata Irvan, Minggu, 17 November 2024.
Baca Lainnya :
- Sehat Mahal Harganya, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Penerapan Disiplin 3M
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
- Jasad Nelayan Tengelam di Pantai Cigebang Cianjur Ditemukan
Seandainya terjadi kekosongan stok obat, sesuai standar operasional, petugas farmasi mengonfirmasi ke dokter terlebih dahulu. “Dikonfirmasi dulu ke dokter untuk mengganti dengan obat setara terapeutik,” ujarnya.
Teknis lainnya, obat juga dapat diperoleh RSUD Sayang Cianjur dari apotek yang telah bekerja sama.
“Jika tidak bisa diganti obatnya maka petugas farmasi mengadakan obat tersebut melalui apotek rekanan,” pungkasnya. (dens).











