- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Irvan Nur Fauzy: RSUD Sayang Cianjur Jamin Aman Ketersediaan Obat Pasien BPJS

Keterangan Gambar : Direktur RSUD Sayang Cianjur, Irvan Nur Fauzy.
Pinusnews.id - RSUD Sayang Cianjur menjamin aman ketersediaan obat pasien BPJS. Stoknya dipastikan memenuhi kebutuhan.
Dirut RSUD Sayang Cianjur Irvan Nur Fauzy menegaskan, pihak manajemen rumah sakit sudah melarang pembelian obat bagi pasien BPJS di lingkungan rumah sakit maupun di luar rumah sakit.
“Jadi, dari petugas depo farmasi tidak mengeluarkan statemen untuk membeli obat di luar rumah sakit,” kata Irvan, Minggu, 17 November 2024.
Baca Lainnya :
- Sehat Mahal Harganya, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Penerapan Disiplin 3M
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
- Jasad Nelayan Tengelam di Pantai Cigebang Cianjur Ditemukan
Seandainya terjadi kekosongan stok obat, sesuai standar operasional, petugas farmasi mengonfirmasi ke dokter terlebih dahulu. “Dikonfirmasi dulu ke dokter untuk mengganti dengan obat setara terapeutik,” ujarnya.
Teknis lainnya, obat juga dapat diperoleh RSUD Sayang Cianjur dari apotek yang telah bekerja sama.
“Jika tidak bisa diganti obatnya maka petugas farmasi mengadakan obat tersebut melalui apotek rekanan,” pungkasnya. (dens).











