- Gebyar Muharam 1448 H di Cianjur: Pawai Obor, Istighosah, dan Semangat Hijrah untuk Kebersamaan
- BAZNAS Kabupaten Cianjur Apresiasi Tahun Baru Hijriah 1448: Ajakan Hijrah dan Perbanyak Amal
- Pembongkaran 163 Kios di Puncak, Realitas Rumit Antara Tata Ruang dan Kebutuhan Ekonomi Lokal
- Pemkab Cianjur Lakukan Efisiensi Operasional Menyusul Kenaikan Harga Pertamax
- Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
- KDM Prioritaskan Pembangunan Tajug untuk Perkuat Spiritualitas Warga.
- Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Revitalisa-Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi
- BPBD Cianjur Perkuat Mitigasi Musim Kemarau: Menyiapkan Air Bersih, Pemetaan Risiko, dan Edukasi War
- Bupati Cianjur Dekatkan Layanan Publik Lewat Rembug Warga di Desa Simpang, Cianjur Selatan
- BAZNAS Cianjur Perkuat Mobilitas Mustahik: Distribusi Kursi Roda Tingkatkan Kualitas Hidup
IAI Al-Azhary Cianjur Gelar Pesantren Prasarjana XII
Membangun Karakter Mahasiswa untuk Menghadapi Dunia Nyata

Keterangan Gambar : Poto bersama Bupati Cianjur, Rektor IAI Al-Azhary Cianjur, Perwakilan Kopertais Wil. II Jabar dan ratusan Mahasiswa peserta Pesantren Prasarjana
Pinusnews.id Cianjur - Institut Agama Islam Al-Azhari Cianjur resmi membuka kegiatan Pesantren Prasarjana Angkatan XII Tahun Akademik 2025/2026 di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto Cianjur, Kamis (14 Mei 2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 17 Mei 2026 itu mengusung tema “Membangun Insan Rabbaniyan Tangguh, Berkarakter, Cerdas dan Mandiri.”
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat yang dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Cianjur Muhamad Wahyu Ferdian, perwakilan Kopertais Wilayah II Jawa Barat Dadan Suherdina, Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-I’anah Abdul Halim Patriatman, jajaran pimpinan kampus, dosen, serta ratusan mahasiswa peserta pesantren prasarjana.
Ketua panitia Uus Husni Hoer, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pesantren Prasarjana bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan proses awal pembentukan mental, spiritual, dan karakter mahasiswa sebelum memasuki kehidupan akademik dan sosial kemasyarakatan.
Baca Lainnya :
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Mobil Angkutan Umum Tertimpa Pohon, 2 Sopir Dilarikan ke Rumah SakitÂ
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, daya tahan moral, serta kemampuan menghadapi tantangan kehidupan nyata.
Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam Al Azhari Cianjur, Dadang Zenal Mutaqin, menyampaikan sambutan yang berbeda dari narasi umum perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya tidak ingin sekadar dikenal dari gedung atau formalitas akademik, tetapi dari kemampuan membentuk karakter dan kesiapan mahasiswa menghadapi kehidupan nyata.
Menurutnya, banyak kampus berlomba menjual citra kesuksesan instan, sementara realitas di lapangan menunjukkan banyak lulusan tidak siap menghadapi tekanan sosial, dunia kerja, bahkan persoalan moral.
“Kami tidak menjanjikan mahasiswa langsung sukses setelah lulus. Tetapi kami menyiapkan jalan agar mereka punya mental, karakter, dan kemampuan bertahan dalam kehidupan nyata. Itu yang hari ini mulai langka,” tegasnya.
Ia menilai keunggulan Institut Agama Islam Al Azhari Cianjur terletak pada keberanian membangun pendidikan berbasis karakter, kedisiplinan, akhlakul karimah, dan kedekatan emosional antara dosen dengan mahasiswa.
“Mahasiswa di sini bukan hanya diajarkan teori. Mereka dibentuk agar punya adab, tanggung jawab, keberanian sosial, dan kesiapan memimpin di tengah masyarakat. Kampus harus hadir dalam kehidupan mahasiswa, bukan hanya hadir di ruang kelas,” ujarnya.
Dadang juga menegaskan bahwa Institut Agama Islam Al-Azhari Cianjur merupakan satu-satunya perguruan tinggi berbentuk institut di Kabupaten Cianjur yang terus melakukan transformasi kelembagaan setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi perkembangan.
Ia menyebut transformasi kampus saat ini diarahkan pada penguatan mutu akademik, pengembangan karakter mahasiswa, serta pembangunan kultur pendidikan modern yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
“Kami ingin melahirkan lulusan yang bukan hanya pintar bicara, tetapi mampu menjadi solusi di masyarakat. Karena ukuran pendidikan bukan sekadar ijazah, tetapi seberapa besar manfaat seseorang setelah turun ke tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Dadan Suherdina, menekankan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan cukup tanpa dibarengi pembentukan karakter yang kuat.
Ia mengangkat filosofi Panca Waluya yakni cageur, bageur, pinter, bener, dan singer sebagai fondasi penting dalam membangun generasi unggul di era modern.
“Karakter tidak dibentuk secara instan. Ia lahir dari proses panjang, pembiasaan, kedisiplinan, dan lingkungan pendidikan yang sehat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur Muhamad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi atas konsistensi Institut Agama Islam Al Azhari Cianjur dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Ia menilai Pesantren Prasarjana memiliki kontribusi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, moralitas, dan kepedulian sosial.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Cianjur, kami mengapresiasi langkah IAI Al-Azhary yang terus berkomitmen membentuk generasi muda berkarakter dan berakhlakul karimah,” katanya.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan penyematan simbolis tanda peserta kepada para mahasantri sebagai penanda dimulainya rangkaian Pesantren Prasarjana Angkatan XII Tahun 2025/2026. (Iwan Fadwi)











