DPMPTSP Cianjur: Investasi Tembus Rp1,33 Triliun pada Semester Pertama 2026

27 Jul 2026, 09:05:04 WIB Cianjur
DPMPTSP Cianjur: Investasi Tembus Rp1,33 Triliun pada Semester Pertama 2026

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Superi Faizal.


Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur mencatat capaian investasi yang menggembirakan pada semester pertama 2026. Realisasi investasi mencapai Rp1,33 triliun atau sekitar 35,2 persen dari target tahunan sebesar Rp3,78 triliun. Angka ini juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja lokal, yakni 2.921 orang, sehingga memberi dampak nyata pada ekonomi daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Superi Faizal, menilai hasil tersebut sebagai tanda perkembangan positif meski masih ada waktu sekitar enam bulan untuk menutup gap menuju target akhir tahun.

"Target investasi tahun 2026 sebesar Rp3,78 triliun. Sampai semester pertama realisasinya sudah mencapai Rp1,33 triliun atau sekitar 35,2 persen, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.921 orang," tutur Superi di kantornya, Jumat 25 Juli 2026.

Baca Lainnya :

Komposisi investasi di Cianjur hingga kini didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA). Data menunjukkan PMA mencapai Rp2,09 triliun, atau sekitar 82 persen dari total komposisi investasi, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat Rp240 miliar (18 persen). Dominasi ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi industri dan iklim usaha di Cianjur.

Pada sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar investasi berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Sebanyak 204 pelaku usaha melaporkan investasi di sektor ini dengan total nilai mencapai Rp1,08 triliun dan menyerap 1.674 tenaga kerja. Kontribusi sektor pengolahan ini mempertegas peran industri sebagai motor utama pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Selain industri pengolahan, beberapa sektor lain turut menyumbang realisasi investasi. Sektor jasa keuangan dan asuransi mencatat investasi Rp60,2 miliar dari 41 laporan LKPM dengan penyerapan 40 tenaga kerja.

Sektor pertambangan dan penggalian menyumbang Rp54,9 miliar dari 52 laporan LKPM dengan penyerapan 38 tenaga kerja. Meski nilainya lebih kecil, kontribusi sektor-sektor ini menambah keragaman basis investasi di kabupaten.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga menunjukkan peran penting dalam penyerapan tenaga kerja, investasi pada sektor ini mencapai Rp44,075 miliar dengan penyerapan 237 tenaga kerja. Sektor real estate tercatat Rp32,63 miliar dari 152 laporan LKPM. Kombinasi berbagai sektor ini membantu menyeimbangkan struktur ekonomi lokal antara industri, jasa, dan agraris.

Menanggapi angka-angka tersebut, Superi menegaskan bahwa DPMPTSP akan terus mendorong pelaku usaha untuk disiplin melaporkan LKPM melalui sistem yang disediakan pemerintah.

"Kami siap memberikan pendampingan apabila pelaku usaha mengalami kendala atau belum memahami tata cara pelaporan LKPM. Pelaporan ini sangat penting untuk mengetahui kondisi riil para pelaku usaha di Kabupaten Cianjur," ujar Superi.

Pendekatan proaktif DPMPTSP menggabungkan regulasi, bimbingan, dan verifikasi data dipandang kunci memperkuat akurasi data serta mempermudah perencanaan investasi ke depan.

Pelaporan LKPM periode terbaru berlangsung pada 1–15 Juli 2026, dan hasil realisasi investasi triwulan II diperkirakan diumumkan pada awal Agustus 2026 setelah proses rekap dan verifikasi selesai. 

Dengan strategi pendampingan serta akuntabilitas data, DPMPTSP Cianjur menempatkan diri sebagai fasilitator penting untuk mempercepat realisasi investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pada sisa tahun 2026. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment