- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
- Melayani dengan Integritas: PUTR Cianjur Tunjukkan Komitmen Bersih dan Profesional
- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
- Semangat Sportivitas, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Apresiasi HAORNAS 2026
- Menyambung Harapan: Kinerja Dinas PUTR Cianjur Wujudkan Jalan Padasuka–Cireundeu untuk Masyarakat
- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
Epa Fatihah Dinobatkan Sebagai Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari

Keterangan Gambar : Epa Fatihah
PinusNews.com Yogyakarta – Jika ada penghargaan untuk anggota keluarga yang paling sukses mencairkan suasana saat liburan, maka tahun ini pialanya hampir dipastikan jatuh kepada Epa Fatihah, si bontot Keluarga Bani Asyari.
Sejak rombongan memulai wisata keluarga di Yogyakarta, Epa seolah memiliki misi khusus: memastikan tidak ada satu pun anggota keluarga yang pulang tanpa tertawa.
Dengan senyum khasnya, kacamata hitam bak artis yang sedang menghindari wartawan, topi biru yang membuatnya semakin percaya diri, serta secangkir kopi di tangan, Epa sukses menjadi pusat perhatian. Beberapa anggota keluarga bahkan berseloroh, "Kayaknya kopi itu bukan isinya kopi, tapi bensin. Habis diminum langsung aktif terus."
Baca Lainnya :
Menurut "pengamatan tidak resmi" keluarga, setiap kali suasana mulai sepi, Epa selalu punya cara menghidupkannya kembali. Entah dengan komentar spontan, tawa yang menular, atau gaya berfotonya yang selalu berhasil membuat semua orang ikut tersenyum.
Seorang anggota keluarga bahkan berkomentar, "Kalau Epa diam lima menit saja, kami mulai curiga. Jangan-jangan lagi merencanakan kejutan berikutnya."
Meski menjadi sumber kehebohan, kehadiran Epa justru menjadi perekat suasana. Tawa yang tercipta bukan sekadar hiburan, melainkan menghangatkan kembali hubungan persaudaraan setelah seluruh keluarga berkumpul untuk merawat silaturahmi yang diwariskan oleh Ayah dan Emak.
Di akhir perjalanan, keluarga Bani Asyari pun sepakat memberikan penghargaan imajiner kepada Epa Fatihah sebagai:
"Duta Keceriaan dan Menteri Kehebohan Wisata Keluarga Bani Asyari 2026."
Adapun hadiah yang diterima masih dalam tahap pembahasan. Namun, panitia keluarga mengisyaratkan hadiah tersebut kemungkinan berupa... tambahan satu gelas kopi, dengan catatan diminum setelah acara selesai agar tingkat kehebohan tetap dalam batas aman.
"Karena dalam setiap keluarga, selalu ada satu orang yang membuat perjalanan menjadi lebih hidup. Dan di keluarga Bani Asyari, orang itu tampaknya bernama Epa Fatihah. (IF)











