- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
- Jamsostek Award 2026: Bukti Nyata Kinerja Disnakertrans Cianjur dalam Melindungi Nasib Buruh
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Integritas dan Komitmen Pelayanan Publik
- Pelantikan dan Pelatihan PMR Cianjur di Cibodas Jadi Momentum Kepemudaan
- Disdikpora Cianjur Tegaskan Profesionalisme ASN Lewat Penegakan Aturan
- Pemprov Jabar Selenggarakan Bursa Kerja Secara Live, Bisa Dipantau di Tiktok KDM
- Diskominfo Cianjur Perkuat Layanan Pengaduan agar Cepat dan Responsif
- Infak Kemanusiaan TK Thamrin Putradjaya dan BAZNAS Cianjur untuk Saudara di NTT
- DPMPTSP Cianjur Gerakkan Investasi di Tengah Tantangan Lahan
- Inilah Sikap Politik Ketua PSI Cianjur Terhadap Persoalan UHC di Kabupaten Cianjur
Guru Bukan Beban, Melainkan Investasi Bangsa
.jpg)
Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Oleh: Torik Imanurdin, M.Pd.
(Alumnus Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Pinusnews.id - Belum lama ini publik diramaikan dengan pernyataan Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani, yang menyebut gaji guru sebagai beban negara. Seketika masyarakat bereaksi keras, sebab kata beban sering kita pahami sebagai sesuatu yang merepotkan, memberatkan, bahkan mengganggu.
Baca Lainnya :
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
Namun, jika kita menelaah lebih dalam, istilah beban yang dimaksud oleh Menteri Keuangan bukanlah "beban" dalam arti negatif. Dalam dunia akuntansi, kata beban berarti pengeluaran atau biaya rutin yang memang harus dikeluarkan pemerintah untuk menjalankan fungsinya. Artinya, gaji guru masuk dalam kategori belanja negara yang wajib dipenuhi, sama seperti biaya kesehatan, subsidi, atau pembangunan infrastruktur.
Di sinilah letak persoalannya: kata yang dalam akuntansi bersifat teknis ternyata ditangkap secara emosional oleh masyarakat. Padahal, justru dengan menyebutnya sebagai beban anggaran, negara menegaskan komitmennya untuk terus mengalokasikan dana besar bagi pendidikan.
Guru bukanlah beban dalam arti yang menyulitkan negara. Sebaliknya, guru adalah investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi mendatang. Apa jadinya negeri tanpa guru? Apa mungkin ada dokter, insinyur, atau pejabat publik tanpa peran guru yang membimbing sejak dasar?
Kita memang perlu cermat dalam memahami bahasa. Tidak semua kata bermakna sama di setiap bidang. Istilah teknis dalam akuntansi tidak selalu sejalan dengan makna populer di masyarakat. Oleh karena itu, mari kita tempatkan ucapan tersebut pada konteksnya, sembari terus mendorong agar penghargaan terhadap guru bukan hanya sekadar istilah, melainkan diwujudkan dalam kesejahteraan yang nyata.
Guru bukan beban. Guru adalah pilar bangsa.











