- Cepi R Fadiana: Perkim Cianjur Dirikan Bangunan Hunian Layak: Rp1,8 Miliar untuk 63 Rumah Baru di 20
- Eri Rihandiar: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PUTR Cianjur Benahi Irigasi dan Pola Tanam Adaptif
- Sinergi Pendidikan: STAI Al-Ittihad dan Pemerintah Cianjur Bangun Kolaborasi Strategis
- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Zakat BAZNAS Cianjur: Dari Pengumpulan Ramadhan hingga Kesejahteraan Warga yang Nyata
- Bupati Cianjur: Layanan NIB Gratis sebagai Katalisator Kemajuan Ekonomi Lokal
- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
Gempa di Cianjur, BMKG: Tak Perlu Kekuatan Besar Untuk Merusak
Reporter: Auliya Umayna

Keterangan Gambar : Sumber: Dok.Net
pinusnews.id Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa magnitudo (M) 5,6 di Cianjur. Gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal. BMKG juga menjelaskan alasan gempa tersebut bersifat merusak.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan beberapa wilayah di Jawa Barat seperti Cianjur, termasuk dalam kawasan seismik aktif. Fakta teresebut menjadikan wilayah-wilayah itu memang rawan dan sering terjadi gempa.
"Perlu kita ketahui bahwa wilayah Sukabumi, Cianjur, Lembang, Purwakarta, juga Bandung itu secara tektonik merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks, disebut aktif memang kawasan ini sering terjadi gempa," kata Daryono saat konferensi pers via Zoom, Senin (21/11/2022).
Baca Lainnya :
- Resmi! Haedar Nashir Kembali Terpilih Sebagai Ketum PP Muhammadiyah
- Siap Dimulai! Jadwal Fase Grup Piala Dunia Qatar 2022
- Beginilah Cara Membuat Moon Phase Viral di Tiktok yang Menampilkan Fase Bulan Tanggal Lahir
- PHK Besar Besaran di Indonesia, 4 Juta Angkatan Baru Harus Siap Bersaing
- Bermasalah Dengan Klub dan Pelatih, Ronaldo Kini Ditolak Rekan Satu Tim
Tak hanya rawan gempa, Daryono menyebut wilayah-wilayah tersebut juga cenderung sering terdampak gempa dangkal. Pasalnya, ia mengatakan bahwa ada beberapa sesar-sesar yang ditemukan di wilayah tersebut.
"Jadi kompleksitas tektonik ini memicu, berpotensi memicu terjadinya gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake, fakta tektonik semacam ini menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan rawan gempa secara permanen, dan dengan karakteristik gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake ini," ucapnya.
Karena itulah, Daryono menjelaskan bahwa gempa di Cianjur yang terjadi beberapa saat lalu bersifat merusak. Dia menyebut gempa dangkal dengan kekuatan magnitudo 4-5 bisa merusak secara signifikan.
"Karakteristik gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake ini, itu gempanya tidak harus berkekuatan besar untuk menimbulkan kerusakan, karena gempanya rata-rata dangkal ya, bisa kurang dari 10 kilometer, bisa kurang dari 15 kilometer, dan itu tidak butuh kekuatan besar misalnya di atas (magnitudo) 7, tapi kekuatan (magnitudo) 4, 5, 6 itu bisa timbulkan kerusakan yang signifikan," jelasnya.
Sampai saat ini belum jelas berapa jumlah korban jiwa maupun luka luka. Informasi terakhir dilansir dari detik.com terdapat 14 orang meninggal dunia dan 14 lain luka luka.











