- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
- Panggil Kapolri, Presiden Prabowo Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis Polri
- Kesuksesan Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Menggelar Tes Kemampuan Akademik 2026
Gawat, Puluhan Warga Bojongpicung Diduga Terserang Chikungunya

Keterangan Gambar : Tampak 2 orang warga diduga terserang Chikungunya, di Kampung Cibiuk, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - Kurang lebih sebanyak 40 orang warga Kampung Cibiuk RT 02/09, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga terserang virus Chikungunya yang berasal dari sengatan nyamuk Aedes Aegypti.
Fari Informasi yang dapat dihimpun di lapangan, mulanya ada warga yang terserang virus Chikungunya, di sekujur tubuhnya terasa sakit demam, tulang sendi ngilu hingga kaku tidak bisa berjalan kaki seperti lumpuh, saat itu dikira dirinya sendiri yang terdampak, tapi ternyata banyak pula tetangganya yang mengalami hal sama.
Saat itu pula dirinya bersama korban lainnya ke Puskesmas Bojongpicung, untuk pemeriksaan pengobatan lebih lanjut. Saat itu ahli medis Puskesmas setempat menyatakan bahwa penyakit itu diduga terserang virus Chikungunya.
Baca Lainnya :
- Tukang Kebun Meninggal Tersengat Listrik
- Polres Cianjur Ringkus Pengedar Obat Terlarang
- Resmi, Forum Komunikasi Komite Sekolah Cianjur Gelar Deklarasi
- Ecky Bersama Tim Relawan Salurkan Bantuan Sembako dan Penyuluhan di Cianjur
- Ini Harapan Pjs Bupati Cianjur, Saat Menghadiri Konfercab HMI ke XIII
Kasi Kesra Desa Sukaratu Aliundin menjelaskan, kejadiannya itu pada Sabtu 05 April 25, dengan jumlah sebanyak 40 orang. Lalu pihaknya bersama Forkompincam Bojongpicung, Kepala Puskesmas, Bidan Desa Sukaratu, langsung turun ke Kampung Cibiuk serta seluruh warga yang terdampak diperiksanya dan diberi pengobatan.
Kepala Puskesmas Bidan Desa dan kepala Desa Sukaratu memeriksa lagi seluruh warga yang terdampak Chikungunya, dan sekaligus mengambil Sempel darah dari beberapa orang penderita Suspek Chikukunya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bojongpicung, yang didampingi Bidan Desa Sukaratu Heni Supenti dan Didah Ilfi Oktora membenarkan, memang benar adanya bahwa warga Desa Sukaratu diduga terdampak Suspek Chikungunya, hal itu diketahui pada Sabtu 05 April 25, juga setelah adanya laporan dari pemerintah Desa Sukaratu, dan banyak warga yang melaporkan ke desa dan ke Puskesmas setempat. Setelah dicek ke lokasi tercatat sebanyak 38 orang yang terdampak, yang hingga dan sekarang jumlahnya bertambah menjadi 40 orang terdampak.
"Benar adanya bahwa sebanyak 40 orang warga Kampung Cibiuk, Desa Sukaratu, diduga terdampak Supek Chikungunya dan telah dilakukan upaya pengontrolan pengobatan, dan dianjurkan untuk membersihkan lingkungan dan di dalam rumah," tuturnya..
Selain itu, pihkanya juga telah mengambil sempel darah dari warga yang terdampak, untuk dilakukan penelitian di laboratorium kesehatan, namun hasilnya masih ditunggu, untuk sementara pihaknya tiap saat terus memeriksa seluruh warga yang terdampak, dan seluruh data sudah disampaikan pada Dinas Kesehatan RSUD Cianjur, dan pada dinas instansi terkait mohon bantuan Poging pengasapan.
"Tiap hari terus dipantau juga diperiksa supaya warga setempat membersihkan lingkungan, dan di dalam rumah masing-masing, seluruh data sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan dan pada RSUD Cianjur, juga memohon supaya dilakukan pengasapan," pungkasnya. (dens).











