- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
- Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia
- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
dr Yusman Faisal: Tidak Ada Kasus Penyebaran Virus Cacar Monyet di Cianjur

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Penyebaran virus monkeypox (Mpox) sudah sampai ke Indonesia dan menyebar dengan cepat. Kasus Mpox ini menjadi perhatian termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.
Terkait soal Mpox, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr. Yusman Faisal, mengatakan, Mpox atau cacar monyet untuk di Cianjur belum ada kasus yang muncul.
"Alhamdullilah, belum ada untuk kasus Mpox itu, karena penyebarannya bisa secara kontak udara tapi dalam jangka waktu lama dan terus-menerus seperti dalam keluarga bisa terjadi penularan," tutur dr. Yusman Faisal, di Cianjur, belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Antisipasi Penyebaran Covid-19, Polsek Campaka Cianjur Semprotkan Disinfektan di Titik Rawan
- Luar Biasa! Pjs Bupati Cianjur Lepas Dua Goweser 3000 Km Cianjur-Aceh
- Pandemi Corona, Karyawan Bulog Cianjur Terapkan Prokes 3M
- Kantor Disperkimtan Tutup, Ada Apa?
- Launching Pemimpin Media Online pikirancianjur.com dengan Awak Media.
Kemudian dr. Yusman mengungkapkan, Mpox sendiri bisa juga menular dengan kontak cairan tubuh atau bersinggungan langsung dengan orang yang sakit, itu bisa ditularkan di sana.
"Penularannya tidak terlalu cepat, untuk Mpox yang mesti di wapadai itu dari luar negeri seperti dari Afrika. Karena bakterinya itu lebih ganas dan dapat menyebabkan kematian," jelasnya.
Selain itu, dr. Yusman menyebut kalau Mpox klasikal itu sudah ada dari dulu, biasanya dari pengaruh pola kebersihan lingkungan.
"Dulu pas saya masih praktek, sering menangani kasus penyakit cacar ini, biasanya dari kebersihan lingkungan itu tidak ganas dan itu bakterinya lokal, dan sekarang sudah lemah," ungkapnya.
dr. Yusman melanjutkan, kalau kasus Mpox bakteri dari Afrika itu belum ada temuan di Cianjur, masyarakat juga jangan terlalu panik berlebihan terhadap Mpox ini.
"Tidak perlu panik berlebihan seperti pandemi Covid-19, kalau Mpox itu tidak terlalu tinggi juga keganasan dari bakterinya, juga masyarakat harus menjaga pola hidup sehat serta jaga kebersihan," pungkasnya. (dens).











