- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
dr Yusman Faisal: Tidak Ada Kasus Penyebaran Virus Cacar Monyet di Cianjur

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Penyebaran virus monkeypox (Mpox) sudah sampai ke Indonesia dan menyebar dengan cepat. Kasus Mpox ini menjadi perhatian termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.
Terkait soal Mpox, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr. Yusman Faisal, mengatakan, Mpox atau cacar monyet untuk di Cianjur belum ada kasus yang muncul.
"Alhamdullilah, belum ada untuk kasus Mpox itu, karena penyebarannya bisa secara kontak udara tapi dalam jangka waktu lama dan terus-menerus seperti dalam keluarga bisa terjadi penularan," tutur dr. Yusman Faisal, di Cianjur, belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Antisipasi Penyebaran Covid-19, Polsek Campaka Cianjur Semprotkan Disinfektan di Titik Rawan
- Luar Biasa! Pjs Bupati Cianjur Lepas Dua Goweser 3000 Km Cianjur-Aceh
- Pandemi Corona, Karyawan Bulog Cianjur Terapkan Prokes 3M
- Kantor Disperkimtan Tutup, Ada Apa?
- Launching Pemimpin Media Online pikirancianjur.com dengan Awak Media.
Kemudian dr. Yusman mengungkapkan, Mpox sendiri bisa juga menular dengan kontak cairan tubuh atau bersinggungan langsung dengan orang yang sakit, itu bisa ditularkan di sana.
"Penularannya tidak terlalu cepat, untuk Mpox yang mesti di wapadai itu dari luar negeri seperti dari Afrika. Karena bakterinya itu lebih ganas dan dapat menyebabkan kematian," jelasnya.
Selain itu, dr. Yusman menyebut kalau Mpox klasikal itu sudah ada dari dulu, biasanya dari pengaruh pola kebersihan lingkungan.
"Dulu pas saya masih praktek, sering menangani kasus penyakit cacar ini, biasanya dari kebersihan lingkungan itu tidak ganas dan itu bakterinya lokal, dan sekarang sudah lemah," ungkapnya.
dr. Yusman melanjutkan, kalau kasus Mpox bakteri dari Afrika itu belum ada temuan di Cianjur, masyarakat juga jangan terlalu panik berlebihan terhadap Mpox ini.
"Tidak perlu panik berlebihan seperti pandemi Covid-19, kalau Mpox itu tidak terlalu tinggi juga keganasan dari bakterinya, juga masyarakat harus menjaga pola hidup sehat serta jaga kebersihan," pungkasnya. (dens).











