- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
- Semangat Sportivitas, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Apresiasi HAORNAS 2026
- Menyambung Harapan: Kinerja Dinas PUTR Cianjur Wujudkan Jalan Padasuka–Cireundeu untuk Masyarakat
- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
- Dari Apel Pagi ke Aksi Nyata: Disperkim Cianjur Tunjukkan Wajah Kemanusiaan
- DPMPTSP Cianjur Hadirkan Layanan Pendidikan, Percepat Izin Operasional Sekolah
- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
Dinkes Cianjur Genjot Sertifikasi SLHS untuk Dapur MBG, 278 Dari 337 Sudah Tersertifikasi

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur terus memperkuat pengawasan higienis dan sanitasi dapur makanan bergizi keluarga (MBG) dengan mendorong penerbitan Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).
Upaya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu layanan pangan di tingkat lokal, sekaligus melindungi kesehatan publik melalui standar kebersihan yang jelas dan terukur. Program sertifikasi menjadi alat vital bagi Dinkes untuk memastikan setiap dapur MBG memenuhi persyaratan keselamatan pangan.
Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, melaporkan kemajuan signifikan dalam program tersebut. "Dari 337 dapur yang beroperasi, sebanyak 278 dapur telah memiliki sertifikat tersebut," ujar Made di Pemda Cianjur, Selasa 9 Juni 2026. Data ini menandakan capaian awal yang positif: sekitar 82 persen SPPG MBG telah memperoleh SLHS, bukti bahwa koordinasi dan sosialisasi Dinkes berjalan efektif di lapangan.
Baca Lainnya :
- Hujan Es Diiringi Angin Kencang Hantam Rumah Penduduk
- Oknum Catut Nama Bupati Cianjur untuk Menipu Pemilik Pontren
- Anggota DPRD Cianjur Sahli Saidi : Bubarkan Supplier BPNT dan E-warung
- Orang Misterius Bacok Deri Sampai Tangannya PutusÂ
- PT. SAC Bantu Pemerintah dalam Program Usaha Petani Porang di Cianjur
Meski demikian, tantangan masih ada. Menurut Made, sekitar 32 dapur saat ini masih dalam proses pengajuan sertifikat, sementara 27 dapur belum mengajukan sama sekali. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan lanjutan untuk pendampingan teknis, percepatan proses administrasi, dan peningkatan pemahaman pengelola dapur tentang pentingnya SLHS.
Untuk itu, Dinkes perlu terus memberi fasilitasi agar seluruh pengelola dapat memenuhi persyaratan tanpa hambatan birokrasi yang berkepanjangan.
Langkah Dinkes Cianjur tidak hanya administratif; upaya tersebut juga mencakup pemeriksaan lapangan dan pemberian rekomendasi perbaikan praktis agar dapur yang belum memenuhi standar dapat segera ditingkatkan. Pendekatan ini menempatkan Dinkes sebagai mitra aktif pengelola dapur, bukan sekadar regulator, sehingga perbaikan higienis dan sanitasi lebih mudah diimplementasikan dan berkelanjutan.
Made menegaskan harapannya agar semua pengelola segera melengkapi persyaratan SLHS. "Kami berharap seluruh pengelola segera melengkapi persyaratan ini untuk memastikan standar higienitas dan sanitasi terpenuhi," jelasnya. Dengan fokus pada percepatan sertifikasi dan pendampingan teknis, Dinkes Cianjur berupaya memastikan layanan MBG yang lebih aman dan berkualitas bagi masyarakat. (dens).











